Manado,barta1.com – Pernak-pernik lampu natal menghiasi peribadatan Jemaat GMIM Viadolorosa Kairagi II, Minggu malam (24/12/2023). Peribadatan yang dirangkaikan dengan perayaan natal, itu disambut dengan sukacita oleh para Jemaat yang hadir.
Nuansa malam natal semakin terasa ketika beberapa titik penerangan Gereja dimatikan. Di mana sorotan cahaya hanya dituju di depan mimbar tempat khadim memimpin, dan di mana 2 pohon natal itu diletakan. Perpaduan cahaya makin terlihat indah, ketika lilin mulai dinyalakan.
Bahkan lagu berjudul ‘oh holy night’ yang dibawakan oleh adik Giovani Samandi dan Anindya Dangin, juga menghiasi suasana peribadatan malam natal itu. Setelah penampilan duet keduanya, kemudian dilanjutkan dengan penampilan solo oleh adik Harmony Kantohe dengan membawakan lagu berjudul ‘Silent Night’ sambil para pelayan khusus berjalan memasangkan lilin yang sudah dipegang oleh Jemaat.
Setelah Harmony bernyanyi, Khadim Pdt. Karel G. Laoh, M.Th, selaku ketua Jemaat GMIM Viadolorosa Kairagi II, meminta seluruh Jemaat untuk saling bersalaman satu dengan yang lainnya.
Pembacaan Alkitab terdapat pada Pejanjian Baru, yakni Yohanes 1:4 dengan perikop ‘firman yang telah menjadi manusia’. Di mana ayat 4 begini bunyinya : dalam dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
“Di rumah mungkin masih merasa ada yang kurang, setelah dari ibadah ini mungkin ada yang sibuk untuk mempersiapkan natal pada hari esok,” ungkap Karel pada Khotbahnya.
Menurut Karel, lengkap atau tidak yang dipersiapkan esok hari Jemaat harus lebih bersyukur. “Bagaimana pun keadaan kita, hidup itu dibimbing oleh Tuhan untuk menikmati sukacita,” ujarnya.
“Natal itu merupakan pelayanan kasih Allah. Allah membentangkan tangannya bagi kita yang berdosa ini. Apalagi pembacaan Alkitab pada malam hari ini sangat luar biasa. Di mana pada peristiwa natal merupakan objek cahaya ilahi. Namun, kita harus mengubah peran kita, di mana seseorang yang sudah menerima kasih Allah. Seharusnya saat ini bukan menjadi objek saja, tapi sudah menjadi subjek,” terangnya.
Subjek di mana, kata Karel, setiap orang harus berbagi terhadap orang lain. “Allah berkenan kepada kita menjadi mulut, jari-jari, dan tangan Allah, untuk mengucapkan damai sejahtera kepada sesama kita.”
“Nah, di mana natal itu kita bisa meresponnya dengan membagikan terang, kedamaian, cinta dan kasih terhadap sesama,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post