Manado, Barta1.com – Kripik pisang goroho jualan mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Manado diserbu pelanggan pada kegiatan Internasional Business Administrasi Competition (IBAC) Politeknik se-Indonesia.
Mahasiswa berjualan di Gedung Terpadu Politeknik Negeri Manado. “Keuntungan yang kami dapatkan dengan waktu 3 hari Rp 12 juta,” ungkap Pontolawokang didampingi Syenen Oroh dan Yukiko Wowor, Senin (17/10/2022).
Ia menyebut, pisang goroho paling banyak dibeli oleh peserta. “Banyaknya pembeli yang meminati pisang goroho ini sampai kami kehabisan stok kemarin. Pisang goroho ini hasil dari UMKM di Kota Manado, yang kami ambil kemudian dipasarkan. Di sini kita saling kolaborasi, dan saling membantu untuk menghidupkan. Pihak UMKM membuatnya, mahasiswa memasarkannya sesuai dengan pengetahuan yang didapatkan,” jelasnya.
Kemudian, dari hasil penjualan itu ada pembagian yang dilakukan antara pihak UMKM dan Investasi Galeri Politeknik Negeri Manado, dan mahasiswa. Dimana, keutungan masuk Galeri Investasi Politenik Negeri Manado sebesar 12%, 20% masuk ke mahasiswa, dan 68%-nya masuk ke pihak UMKM.
“Kami memasarkan berbagai produk ini bagian dari proses pembelajaran. Karena menggunakan sistem blok, semua sistem pembelajaran masuk di sini, seperti pemasaran, pengambilan keputusan, keuangan, menggunakan bahasa Inggris dan masih banyak lagi,” imbuhnya.
Menurutnya, selain membuka jualan tersebut di Galeri Investasi Politeknik Negeri Manado. Mereka juga, melakukan promosinya menggunakan shopee dan akun pribadi. “Bentuk usaha seperti ini akan terus berlanjut. Per 2 minggu bergantian kelas untuk memasarkan produk ini. Dan saat ini, Kelas 5 MB 3 yang bertugas,” tuturnya.
“Dengan proses belajar seperti ini kedepannya ada bekal untuk saya dan teman-teman untuk membangun usaha kedepannya,” ucapnya.
Sedangkan Syenen Oroh menambahkan, harga pisang goroho yang dipasarkan diantaranya goroho Manado Rp 27 ribu dan pisang tore Rp 18 ribu. “Selain pisang goroho Manado dan tore, kami juga memasarkan Kopi Kawanua Rp. 34 ribu, abon cakalang dihargai Rp 35.500 hingga Rp 42 ribu. Kemudian, ada bangket kacang/kenari, sagu keju, makron kenari coklat/putih, kacang ovaltine, kenari koek, klapper koek, dan halua kanari Rp. 27 ribu sampai Rp. 36 ribu,” tambahnya.
Adapun, kaos, gantungan kunci seperti bentuk tarsius, lumba-lumba, burung hantu. Kemudian, tulisan I Love Manado, dan Lembe Strait. Ada pula lilis aroma terapi, dilengkapi dengan baket bunga yang dihargai Rp 45 ribu.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post