Manado, Barta1.com – Rencana pemerintah kembali menaikkan harga BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar menuai penolakan dari berbagai elemen masyarakat.
Pasalnya, kenaikan harga BBM itu jelas merupakan satu bentuk ketidakprihatinan terhadap rakyat. Sebab kenaikkan harga BBM bersubsidi akan berimbas pada multisektor kehidupan rakyat.
“Sebagai contoh kasus di Kota Manado khususnya harga transportasi umum yang awalnya empat ribu rupiah telah berubah menjadi lima ribu rupiah, dengan kenaikkan BBM harga tersebut juga jelas akan berubah. Padahal ekonomi rakyat belum benar-benar pulih akibat dampak daripada pandemi Covid-19,” ujar Alpianus Tempongbuka dari Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi Eksekutif Wilayah Sulawesi-Utara (LMND EW-Sulut), Sabtu (27/8/2022).
Selain itu juga banyak sektor publik lain yang akan terdampak, mulai dari nelayan, petani serta harga barang yang juga akan ikut naik dikarenakan biaya transportasi. Masyarakat perbatasan juga akan sangat terdampak karena harga transportasi laut pasti mengalami kenaikan harga tiket, sedang Sulawesi Utara memiliki 3 kabupaten yang posisinya bersifat kepulauan,” katanya.
Oleh sebab itu, LMND EW-Sulut menolak keras wacana pemerintah yang ingin manaikkan harga BBM karena sangat menyengsarakan rakyat. “Kita tolak,” ujarnya.
Peliput : Randy Dilo


Discussion about this post