Manado, Barta1.com – Menghadapi gelaran Liga 2 Indonesia yang akan dihelat usai Lebaran nanti, skuad Sulut United FC kian intens melaksanakan latihan di markasnya Stadion Klabat Manado, Senin (19/4/2021). Hanya saja, latihan kali ini agak sedikit berbeda dari yang biasanya.
Pasalnya, tim berjuluk Hiu Utara tersebut sedang dirundung duka atas meninggalnya Asisten Pelatih, Akira Leonard Soputan. “Latihan kali ini tidak terlalu dipaksakan. Karena memang kami sangat terpukul atas berita duka ini,” ujar Pelatih Kepala, Ricky Nelson kepada Barta1.com, Senin (19/4/2021).
Terpantau disisi lapangan terlihat Ricky Nelson hanya bisa diam tak seperti biasanya melihat para pemain dan tim kepelatihan menyiapkan peralatan latihan. Sebagai wujud perhormatan, manajemen, tim pelatih dan pemain menyematkan pita hitam di lengan dan membentuk lingkaran bertepuk tangan. “Coach Leo sangat berpengaruh di tim ini. Orangya sangat disiplin dan tegas kalau sedang latihan. Dia juga yang memperkenalkan saya tetang budaya serta karakter warga Manado. Dia panutan kami,” ujar mantan pelatih Borneo FC U-20 ini.
Lanjut Ricky, penyakit yang diderita almarhum sejak bulan Februari lalu tapi semangat yang ada pada diri coach Leo membuat dia terlihat sehat. “Memang akhir Februari sebelum kami datang ke Manado almarhum sempat mengeluh suaranya hilang, namun almarhum tetap melakukan tugasnya,” tandasnya.
“Dua pekan lalu almarhum masih mendampingi latihan walau pun dalam kondisi sakit. Dia baru istirahat ketika saya memintanya untuk menjalani pengobatan. Kepada pemain saya berpesan agar meneladani kedisiplinan, dedikasi dan etos kerja Leo Soputan,” papar Ricky.
Padahal sehari sebelumnya, Leo menerima ucapan hari ulang tahun pada 18 April. “Namun Tuhan telah punya rencana yang terbaik buat coach Leo. Kami sangat terpukul dengan peristiwa kepergiannya,” ujar ujar Manajer Tim Sulut United, Muhamad Ridho.
Mantan kapten PON Sulut peraih medali perunggu tahun 1996 ini sempat dirawat di rumah sakit di Tangerang, sebelum meninggal di rumahnya. “Rencannya, jenazah Coach Leo Soputan akan tiba di Manado, Selasa (20/4/2021) besok pagi pukul 07.00 WITA. Kemudian selepas dari Bandara akan mampir di Stadion Klabat sekitar pukul 09.00 WITA untuk seremonial dan penghormatan terakhir almarhum di Stadion Klabat sebelum menuju ke rumah duka di Kalasey,” ujar Manajer Tim Sulut United, Ridho sembari menyebut pemain, official, manajemen dan suporter akan hadir.
Karir Leo, PON Sulut Hingga Klub Besar Indonesia
Putra asli Kelurahan Bahu, Manado ini, setelah sukses bersama tim PON Sulut yang menggaet medali perunggu tahun 1996 di Jakarta, kemudian melanjutkan karirnya di Ibukota Jakarta, diantaranya di Pelita Jaya, Persijatim, Persita, dan Arema Malang.
Menarik, di Arema, Leo bersama koleganya asal Manado, Firman Utina tercatat dua kali merebut juara Copa Dji Sam Soe 2005 dan 2006 dengan arsitek tim, Benny Dollo.
Sejumlah pemain asal Manado yang juga tinggal di Tangerang, seperti Firman Utina, Francis Wewengkang, dan Joice Sorongan juga merasa terkejut. “Namun, semuanya adalah kuasa Tuhan. Kami berteman sejak kecil, satu kampung dan membela klub yang sama di Panther Bahu,” kata Francis, mantan gelandang timnas Indonesia.
Ketua Harian KONI Sulut, Theo Kawatu, ikut terkejut dengan kabar tersebut. “Dia pesepak bola kenamaan Sulut yang sampai jadi asisten pelatih tetap rendah hati. Anak-anak Sulut United belum tiba di lapangan, dia sudah tiba lebih dulu,” kata mantan pelari nasional nomor 400 dan 800 meter itu.
Leo lahir dari keluarga sepakbola. Ayahnya, Dantje Soputan adalah mantan pemain lalu melanjutkan karir pelatih PS Panther Manado dan tim PON Sulut. Lalu adik-adiknya juga pemain bola yakni Rocky Soputan (Persma Manado) dan Rully Soputan (Persma/Persija Jakarta).
BIODATA
Nama: Akira Leonard Soputan
Usia: 45 tahun
Tanggal Lahir: Manado, 18 April 1976
Jabatan: Asisten Pelatih Sulut United
Lisensi: B AFC
Karir Pemain:
1993-1994: Persma Manado
1996: PON Sulut
1996-1997: Pelita Jaya Jakarta
1998: Persita Tangerang
1990-1991: Pelita Jaya
2001-2002: Persijatim
2003-2005: Persita
2006: Arema Malang
2007: Persita
2008: Persibom Bolaang Mongondow
2009-2012: Persikota Tangerang
Karir Pelatih
2017: Asisten Pelatih Pro Duta (Liga 2)
2018: Asisten Pelatih Persita Tangerang (Liga 2)
2019-sekarang: Asisten Pelatih Sulut United (Liga 2)
Peliput : Randy Dilo, Agustinus Hari



Discussion about this post