Manado, Barta1.com – Vaksin AstraZeneca dikabarkan akan segera masuk Sulut. Kadis Kesehatan Manado, Ivan Sumenda Marthen mengatakan, vaksin tersebut direncanakan tiba di Manado pada Rabu (24/3/2021) besok. “Informasi yang saya dengar seperti itu,” kata dia kepada Barta1.com melalui sambungan telepon.
Ivan enggan mengomentari soal pro kontra mengenai vaksin tersebut. Vaksin asal Inggris tersebut bagian dari kuota vaksin untuk Manado yang berjumlah 55 ribu. Sebanyak 30 ribu vaksin sudah digunakan untuk tenaga kesehatan dan layanan publik. “Itu dicover oleh vaksin Sinovac,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebanyak 18.821 pelayan publik sudah jalani vaksinasi. Tenaga medis yang jalani vaksinasi pada tahap 1 sebanyak 9084 orang. “Total sudah 6 persen warga Manado terjangkau vaksin,” katanya.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengumumkan bahwa vaksin AstraZeneca haram karena mengandung zat yang berasal dari babi. Kandungan dalam vaksin Covid-19 AstraZeneca tersebut berdasarkan kajian yang dilakukan MUI bersama pihak-pihak terkait.
Kendati demikian MUI memperbolehkan penggunaan vaksin AstraZeneca bagi umat Islam berdasarkan kajian fikih. “Vaksin Covid-19 yang diproduksi AstraZeneca ini hukumnya haram karena dalam tahapan produksinya memanfaatkan lipsin yang mengandung babi. Walau demikian, penggunaan vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca saat ini hukumnya dibolehkan,” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh dalam konferensi pers Jumat (19/3/2021) lalu.
Asrorun Niam mengatakan bahwa ada kondisi kebutuhan mendesak yang menduduki darurat syariah sehingga MUI memperbolehkan penggunaan vaksin AstraZeneca. MUI menyatakan bahwa fatwa yang memperbolehkan vaksin Astra Zeneca.
Peliput : Randy Dilo


Discussion about this post