Talaud, Barta1.com – Komunitas masyarakat adat dan budaya Tamalrongge (Maadat’ta) memberikan perhatian khusus terhadap pelestarian budaya lokal di Kabupaten Kepulauan Talaud. Pasalnya, budaya lokal tersebut makin tergerus oleh perkembangan zaman sehingga mendapat perhatian khusus oleh Komunitas Maadat’ta.
Ketua Komunitas Maadat’ta, Samuel Taarae mengatakan, kelestarian budaya lokal di Kabupaten Kepualauan Talaud hari ini makin memprihatinkan. “Budaya lokal kita makin tergerus. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Khususnya bagi generasi muda kita, kepedulian dan kecintaan akan budaya lokal sangat minim. Masih ada yang memiliki semangat melestarikan tetapi jumlahnya tak seberapa,” ujar Taarae.
Pelaku budaya yang akrab disapa pak Sam ini mengungkapkan, kondisi ini tidak serta – merta terjadi begitu saja tetapi disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta kurangnya rangsangan khususnya bagi generasi muda tentang pentingnya untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal.
Selain itu, ia menerangkan bahwa upaya yang dilakukan oleh komunitas yang dipimpinnya dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal di tanah Porodisa dengan cara merangsang kesadaran generasi muda. “Kita mencoba untuk merangsang kesadaran generasi muda lewat kegiatan organisasi seperti memberikan pengenalan dan latihan tarian datradisional, bernyanyi lagu bahasa Talaud, membersihkan situs sejarah dan program lainnya,” tutur Taarae.
Terpisah, Erens Gumansalangi selaku tokoh adat menekankan tentang pentingnya organisasi serupa di tiap-tiap Desa. “Bila perlu di tiap-tiap desa harus memiliki organisasi yang bergerak dibidang adat dan budaya,” ucap Gumansalangi.
Tokoh yang juga sebagai Ratu Tampa wilayah Kecamatan Kabaruan ini menyentil soal program Karang Taruna dan Sanggar Seni di Desa-desa agar bisa menunjang dan membantu dalam upaya menjaga dan melestarikan budaya lokal yang ada.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post