Sangihe, Barta1.com – Sejumlah seniman muda di Kabupaten Kepulauan Sangihe meleburkan diri dalam ruang kreativitas seni bertajuk Sangihe Art Space 2021 menggelar pertunjukan pameran seni visual, teater, monolog, musikalisasi puisi dan diskusi kesenian.
Kegiatan yang bertempat di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe itu, didukung penuh Bupati Jabes Ezar Gaghana yang datang langsung melaunching Gallery Sangihe Art Space, sebuah ruang khusus untuk menempatkan hasil karya kesenian para seniman di tanahTampungang Lawo.
Audro Rompas selaku penasehat kegiatan itu menerangkan bahwa sederhananya para seniman melalui komunitas visual secrets terkumpul membawa misi kolektif menyediakan ruang berkarya yaitu Sangihe Art Space secara spontan dengan gerakan partisipasi.
“Mengingat usia Sangihe yang sudah lima ratusan sekian, dimana belum pernah ada galeri seni di Sangihe. Proses ini dimulai patungan dari kami berdelapan orang, terus dengan modal semangat akhirnya bisa tercapai. Akhirnya setelah proses finishing pihak-pihak tak terduga datang mengulurkan tangan memberikan bantuan buat kami,” ungkap Audro di sela-sela launching galeri seni, Senin (1/3/2021).
Mewakili teman-temannya, dia berharap galeri yang mempergunakan ruangan tua dari gedung perpustakaan yang dibangun sejak tahun 1971 itu bisa dipatenkan menjadi tempat berkesenian para seniman-seniman di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sebagaimana proses berkesenian yang mereka galangkan terus berlanjut kedepannya.
“Tak hanya di sini, kami kedepannya punya program untuk mengadakan pameran edukasi di pulau perbatasan. Di mulai dari Marore, Kawio dan sekitarnya. Jadi konsep berkarya ini bukan hanya di dalam ruang galeri tetapi juga di luar galeri yaitu menjangkau generasi muda di perbatasan,” lanjut dia.
Audro yang juga merupakan magister kesenian lulusan ISI Jogjakarta menekankan betapa pentingnya konsistensi berkesenian antar komunitas untuk saling mendukung. “Jadi saling mendukung terus kedepan, tidak lagi memikirkan proses berkarya secara ego masing-masing tapi kita memikirkan menyatukan langkah kita kedepan untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” harap dia.
Sejatinya para seniman muda ini tak berjalan dengan sendirinya, topangan dari para senior seperti pelukis Alfred Pontolondo dan Lumondone Lalenoh turut memberikan imunitas dimana keduannya tampil memajangkan hasil karya lukis mereka yang tak kalah estetik.
Pontolondo, saat diberikan panggung mengungkapkan apresiasi seninya mengatakan potensi orang-orang Nusa Utara sangat besar dalam geliat perkembangan seni di Sulawesi Utara, jadi dirinya meminta kiranya galeri kesenian tersebut dapat dipatenkan hingga pemerintah boleh menghadirkan galeri resmi daerah.
“Jadi secara potensi Sangihe sangat besar, berharap dukungan dari pemerintah maupun, pribadi-pribadi atau figur-figur daerah untuk boleh memberikan dukungan. Ruang-ruang ini lebih terbuka dan daerah ini dapat menghasilkan ciri khas keseniannya secara besar,” ungkapnya.
Bupati Jabes Ezar Gaghana merespon positif harapan dan hasil kesenian generasi muda Sangihe itu. Menurutnya, inovasi melalui bakat yang terkandung dalam diri seniman-seniman dapat terus ditindaklanjuti kedepannya. Bahkan dirinya antusias mengijinkan untuk penggunaan bangunan perpustakaan daerah menjadi lumbung kreativitas seni.
“Sebagai bupati saya merespon dan memberikan ruang ini untuk teman-teman berinovasi dan berkreasi. Terima kasih atas program yang mendorong generasi muda yang ada di beberapa tempat untuk memahami bakat seni yang dimiliki adik-adik kita. Kalau ini menjadi galeri, tentu menjadi tugas kita untuk mengantar tamu bahwa kita punya galeri terhadap apa yang terlahir dan tercipta dari seniman muda di Sangihe,” ungkap Gaghana.
Adapun karya-karya yang ditampilkan dalam pembukaan itu yaitu karya fotografi Stenly Pontolawokang, Audro Rompas, Billy Maninggir, lukisan dari pelukis senior Lumondone Lalenoh dan Alfred Pontolodo, karya drawing dari Kevin Kores, Juan Linoge, Kevin Abast, dan jenis-jenis karya lainnya yang akan berjalan tiga hari kedepannya.
Secara teknis karya seni yang dihadirkan meliputi ekspresionis, realistik, dekoratif, dan pointilisktik karya Lumondone Lalenoh yang mengeksplor ornamen Sangihe yang menghasilkan potret presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo..
Peliput : Rendy Saselah


Discussion about this post