• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, Maret 25, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Setia Menyalakan Harapan, Tumbelaka Sebut Dinding Manado Terbaik di Sulut

by Meikel Eki Pontolondo
24 Maret 2026
in Edukasi
0
Setia Menyalakan Harapan, Tumbelaka Sebut Dinding Manado Terbaik di Sulut
0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com — Alumni Universitas Gadjah Mada, Taufik Tumbelaka, menilai bahwa dari sekian banyak komunitas yang ada di Sulawesi Utara (Sulut), hanya satu yang menurutnya layak disebut sebagai yang terbaik, yakni Dinding Manado.

Proses belajar mengajar Dinding Manado setiap Sabtunya di Pasar Bersehati. (foto : istimewa).
Proses belajar mengajar Dinding Manado setiap Sabtunya di Pasar Bersehati. (foto : istimewa).

Menurutnya, hingga saat ini Dinding Manado tetap menunjukkan konsistensi yang luar biasa melalui berbagai program sosial, khususnya dalam memberikan perhatian dan pendampingan kepada anak-anak di kawasan Pasar Bersehati, Manado.

Proses belajar mengajar Dinding Manado setiap Sabtunya di Pasar Bersehati. (foto : istimewa).
Proses belajar mengajar Dinding Manado setiap Sabtunya di Pasar Bersehati. (foto : istimewa).

“Saya sering berdiskusi mengenai berbagai aktivitas komunitas, dan dari situ saya menyimpulkan bahwa Komunitas Dinding Manado adalah komunitas yang tetap berjalan dengan baik hingga hari ini,” ungkap Taufik kepada Barta1.com, belum lama ini.

Proses belajar mengajar Dinding Manado setiap Sabtunya di Pasar Bersehati. (foto : istimewa).
Proses belajar mengajar Dinding Manado setiap Sabtunya di Pasar Bersehati. (foto : istimewa).

Ia menambahkan, perjalanan hingga usia ke-16 tahun bukanlah hal yang mudah bagi sebuah komunitas. Namun, Dinding Manado mampu membuktikan komitmennya dengan terus hadir membimbing dan mendampingi anak-anak tersebut secara berkelanjutan.

Proses belajar mengajar Dinding Manado setiap Sabtunya di Pasar Bersehati. (foto : istimewa).
Proses belajar mengajar Dinding Manado setiap Sabtunya di Pasar Bersehati. (foto : istimewa).

“Sekalipun saya kerap berbicara dalam konteks politik, saya tetap mengikuti setiap proses yang dilakukan Dinding Manado, baik melalui media sosial maupun diskusi dengan teman-teman. Dari situ, saya menyimpulkan bahwa komunitas terbaik di Sulut yang tetap konsisten hingga hari ini adalah Dinding Manado,” tambahnya.

Proses belajar mengajar Dinding Manado setiap Sabtunya di Pasar Bersehati. (foto : istimewa).
Proses belajar mengajar Dinding Manado setiap Sabtunya di Pasar Bersehati. (foto : istimewa).

Tentang Dinding Manado

Dilansir dari tulisan Dina Saputra di GoodNews From Indonesia, menulis tentang Rutler Peregrine Masalamate, yang menjadi salah satu tokoh penting dari pendirian gerakan Komunitas Dinding Manado yang terbentuk pada tahun 2010. Bersama teman-temannya di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Rutler berkecimpung di dunia pendidikan non-formal yang kegiatan utamanya dilaksanakan di lantai tiga Pasar Bersahati Manado, Sulawesi Utara dan Pasar 45.

Proses belajar mengajar Dinding Manado setiap Sabtunya di Pasar Bersehati. (foto : istimewa).
Proses belajar mengajar Dinding Manado setiap Sabtunya di Pasar Bersehati. (foto : istimewa).

Komunitas Dinding Manado menyasar anak-anak yang membantu orang tua mereka bekerja di pasar. Rutler menegaskan di unggahan Instagramnya bahwa Komunitas Dinding Manado bukanlah organisasi berbentuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), bukan lembaga masyarakat berbasis agama, ataupun politik. Komunitas Dinding Manado murni gerakan dari orang-orang yang ingin berbagi segala yang mereka punya kepada anak-anak yang membutuhkan pendidikan.

Proses belajar mengajar Dinding Manado setiap Sabtunya di Pasar Bersehati. (foto : istimewa).
Proses belajar mengajar Dinding Manado setiap Sabtunya di Pasar Bersehati. (foto : istimewa).

Rutler dan teman-temannya melihat banyak anak-anak yang berdagang asongan di siang hari. Padahal seharusnya mereka bersekolah untuk menuntut ilmu. Karena hal inilah, Rutler bersama teman-temannya membuat Komunitas Dinding Manado.

Proses belajar mengajar Dinding Manado setiap Sabtunya di Pasar Bersehati. (foto : istimewa).
Proses belajar mengajar Dinding Manado setiap Sabtunya di Pasar Bersehati. (foto : istimewa).

Dunia Anak-Anak Hanya Selebar Pasar

Di jalan sekitar pasar Bersehati, Rutler kerap menemukan anak-anak usia sekolah yang mengemis, mengamen, dan berjualan. Satu kali ia pernah memberikan uang kepada pengemis yang masih berusia anak-anak sekaligus ia berpikir apakah tindakannya benar dengan memberikan uang?

Momen itu membuat Rutler termenung bahwa ada yang salah dan perlu diperbaiki. Rutler berpikir bahwa harusnya ia memberikan ilmu pengetahuan yang ia punya untuk bekal anak-anak tersebut menjalani kehidupannya bukan memberikan uang.

Rutler semakin mendalami kehidupan anak-anak di pasar, ia jadi tahu bahwa anak-anak ini hidup setiap hari di pasar. Makan, minum, tidur, dan semua kegiatannya berkutat di pasar saja.

“Karena mereka tinggal di pasar mereka berpikir dunia itu (hanya) selebar pasar,” ungkapnya saat menjadi bintang tamu acara Hitam Putih Trans7.

Rutler menanyakan cita-cita anak-anak tersebut dan kebanyakan anak-anak itu ingin menjadi supir angkot karena bagi mereka profesi tersebut sudah paling hebat.

Setelah menelusuri kembali, ternyata di usia 12-13 tahun anak-anak ini juga sudah banyak yang menikah dan memiliki anak. Lebih parahnya lagi, anak-anak sudah terbiasa merokok sejak umur empat tahun. Dari melihat kenyataan getir ini, Rutler ingin menjadi agen perubahan bagi anak-anak di pasar tersebut. Tercetuslah Komunitas Dinding Manado yang bertahan sampai saat ini.

Peralatan seperti tikar dan meja untuk belajar anak-anak

Rutler bersama Komunitas Dinding Manado telah menjadi pelita bagi kehidupan anak-anak yang terpaksa menggantungkan hidupnya di pasar. Komunitas Dinding Manado tidak menarik anak-anak untuk keluar dari pasar melainkan memboyong pendidikan ke dalam pasar untuk anak-anak demi terwujudnya hak pendidikan untuk semua anak tanpa terkecuali.

Dedikasi Rutler bersama Komunitas Dinding Manado dalam memperjuangkan pendidikan bagi anak-anak di pasar ini membuahkan penghargaan SATU Indonesia Award kategori pendidikan tingkat provinsi pada tahun 2018. Dengan ini, Indonesia telah mendapatkan satu kabar baik yang berasal dari Sulut berkat Komunitas Dinding Manado. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Dinding ManadoKomunitas Terbaik di SulutTaufik Tumbelaka
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post

Polisi Usut Kasus Kematian Balita di Kota Bitung

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Polisi Usut Kasus Kematian Balita di Kota Bitung 25 Maret 2026
  • Setia Menyalakan Harapan, Tumbelaka Sebut Dinding Manado Terbaik di Sulut 24 Maret 2026
  • 5 Hari Lagi Liga 4 Piala Gubernur Sulut Bergulir, Panpel Matangkan Persiapan ‎ 23 Maret 2026
  • Sinergi Polisi dan Masyarakat Jaga Keamanan Hari Raya Idul Fitri di Kota Bitung 22 Maret 2026
  • Riparian Reborn: Kolaborasi Marabunta, Tansa dan Silvaterra di Hari Hutan Sedunia 22 Maret 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In