Luwuk, Barta1.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Luwuk kembali menebar cahaya kebaikan di bulan suci Ramadhan 1447 H melalui program “Light Up The Dream” (LUTD). Program ini mewujudkan impian puluhan keluarga prasejahtera di wilayah kerja PLN UP3 Luwuk untuk memiliki akses listrik mandiri secara cuma-cuma, sekaligus memperkuat kedaulatan energi di tingkat rumah tangga.
Inisiatif kepedulian ini dilaksanakan secara serentak mencakup wilayah administratif Kabupaten Banggai (Luwuk dan Toili), Tojo Una-Una (Ampana), hingga Kabupaten Banggai Laut.
Berkolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, program ini menyasar warga kurang mampu yang selama puluhan tahun terkendala biaya penyambungan baru meskipun infrastruktur jaringan distribusi telah tersedia di depan kediaman mereka.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan bahwa langkah ini merupakan manifestasi dari komitmen keadilan energi.
“Ramadhan adalah saat yang tepat untuk memperkuat solidaritas. Melalui Light Up The Dream, kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang kurang mampu dapat menjalankan ibadah dengan penerangan yang layak,” ungkap Usman, Rabu (18/03/2026).
Pemberian bantuan ini juga menjadi bagian dari strategi PLN dalam mengejar target Rasio Elektrifikasi (RE) 100 persen di Sulawesi Tengah. Hingga awal 2026, PLN terus melakukan penetrasi ke wilayah terpencil (frontier) guna memastikan setiap warga mendapatkan hak energi yang sama.
Dengan adanya sambungan mandiri ini, PLN optimis dapat meningkatkan profil penggunaan energi yang lebih aman dan legal dibandingkan sistem berbagi atau menyambung dari tetangga.
Usman menambahkan, keberadaan listrik mandiri bukan sekadar urusan penerangan, melainkan pemicu produktivitas ekonomi skala mikro.
“Kami menyalakan harapan baru bagi kualitas hidup masyarakat. Dengan memiliki meteran sendiri, warga kini lebih berdaulat dalam mengatur penggunaan energi mereka, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada kesejahteraan keluarga,” lanjutnya dalam keterangan resmi.
Manager PLN UP3 Luwuk, Ridwan Bogie Rismawan, yang memimpin langsung seremoni penyalaan serentak, menyatakan kebahagiaannya melihat dampak nyata program ini di lapangan.
“Penyalaan di Luwuk, Ampana, Toili, hingga Banggai Laut adalah wujud empati pegawai PLN. Kami melihat langsung kebahagiaan warga yang selama puluhan tahun merindukan cahaya milik sendiri. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi seluruh insan PLN,” ujar Ridwan.
Hal yang istimewa dari program Light Up The Dream adalah sifatnya yang bottom-up dan sukarela. Dana bantuan ini dikumpulkan dari donasi para pegawai PLN yang menyisihkan sebagian penghasilannya setiap bulan melalui YBM PLN.
Skema ini menunjukkan transformasi PLN tidak hanya menyentuh aspek teknologi dan keandalan sistem, tetapi juga memperkuat pilar sosial kemanusiaan secara berkelanjutan.
Rasa haru mendalam dirasakan Irma, salah satu penerima manfaat di Luwuk yang kini memiliki akses listrik legal tanpa harus menumpang ke tetangga.
“Selama puluhan tahun saya hanya bisa menumpang listrik dan merasa sungkan soal biaya iuran. Hari ini, rumah saya akhirnya terang benderang tepat di bulan Ramadhan. Terima kasih PLN, bantuan ini sangat berarti bagi rakyat kecil seperti kami,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Melalui konsistensi program LUTD, PLN UP3 Luwuk membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan berjalan beriringan dengan misi sosial. Ke depannya, PLN berkomitmen untuk terus menyisir kantong-kantong pemukiman prasejahtera di wilayah Banggai bersaudara dan Tojo Una-Una guna memastikan tidak ada lagi warga yang tertinggal dalam kegelapan di tengah pesatnya modernisasi energi. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post