Gorontalo, Barta1.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Gorontalo menggelar aksi sosial bertajuk “Terang Berkah Ramadan” dengan menyalurkan 1.200 paket sembako murah bagi masyarakat. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor PLN UP3 Gorontalo ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Program bertajuk “Nyalakan Energi Baru untuk Semangat Ramadan Penuh Keberkahan” tersebut merupakan hasil kolaborasi strategis antara PLN UP3 Gorontalo dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN. Sejak Sabtu (7/3/2026) pagi, ratusan warga telah memadati lokasi acara untuk menebus paket bahan pokok dengan harga subsidi yang jauh di bawah harga pasar.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menyatakan bahwa aksi ini adalah bagian dari komitmen ganda perusahaan. Selain menjaga keandalan listrik, PLN hadir untuk meringankan beban ekonomi pelanggan.
“Kami ingin memastikan bahwa energi keberkahan ini dapat dirasakan langsung oleh dapur-dapur pelanggan kami melalui program Terang Berkah Ramadan,” ungkap Usman.
Langkah sosial ini didukung oleh performa sistem kelistrikan Gorontalo yang kini semakin solid dalam interkoneksi Sulawesi Utara-Gorontalo (SULUTGO). Dengan rasio elektrifikasi di Provinsi Gorontalo yang terus dipacu mendekati 100 persen, PLN UP3 Gorontalo kini melayani lebih dari 300.000 pelanggan, di mana kestabilan pasokan energi menjadi fondasi utama bagi kelancaran aktivitas ekonomi dan ibadah selama bulan suci.
Dalam pasar murah ini, masyarakat hanya perlu membayar Rp70.000 untuk paket sembako yang nilai aslinya jauh lebih tinggi. Setiap paket yang disalurkan terdiri dari beras kualitas premium 5 kg, minyak goreng 1 kg, gula pasir 1 kg, serta paket teh celup dan sirup. Subsidi harga ini diharapkan mampu menekan angka inflasi daerah, khususnya pada komoditas pangan pokok di Kota Gorontalo.
Manager PLN UP3 Gorontalo, Hardi, menjelaskan bahwa dana yang terkumpul dari hasil penjualan paket murah ini tidak akan masuk ke pendapatan perusahaan.
“Hasil penjualan 1.200 paket ini akan kami salurkan kembali melalui program Light Up The Dream, yaitu bantuan penyambungan listrik gratis bagi keluarga prasejahtera yang selama ini belum memiliki akses listrik mandiri,” jelas Hardi di lokasi kegiatan.
Melalui skema ini, warga yang membeli sembako secara tidak langsung berpartisipasi dalam program elektrifikasi bagi masyarakat kurang mampu di pelosok Gorontalo. PLN menargetkan peningkatan jumlah rumah tangga yang memiliki akses listrik legal dan mandiri, guna meningkatkan taraf hidup dan kualitas pendidikan anak-anak di lingkungan keluarga prasejahtera tersebut.
Lurah Limba U2, Rolin Kamali, menyambut positif inisiatif transparan yang dilakukan oleh PLN. Menurutnya, bantuan ini sangat tepat sasaran bagi warga di Kelurahan Limba U2 dan Kecamatan Kota Selatan yang membutuhkan intervensi harga pangan.
“Inisiatif PLN ini sangat membantu menekan pengeluaran rumah tangga warga kami. Semoga sinergi ini terus berlanjut di masa depan,” kata Rolin.
Dengan terlaksananya program ini, PLN UP3 Gorontalo membuktikan perannya sebagai pilar penggerak ekonomi dan sosial di Provinsi Gorontalo. PLN berkomitmen untuk terus menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan menghadirkan terang yang tidak hanya dalam bentuk aliran listrik, tetapi juga melalui peningkatan kesejahteraan nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post