Manado, Barta1.com – Tahun lalu menjadi momen membanggakan bagi Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado (Polimdo). Dua mahasiswanya, Reffianno Bastinus Manuse dan Linda Jesica Pinontoan, berhasil menuntaskan tantangan berat dalam Kompetisi Tenaga Kerja Konstruksi Wilayah Sulawesi 2025 pada bidang Building Information Modelling (BIM).

Keduanya mewakili Polimdo dalam ajang yang digelar di Makassar pada 25–26 November 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar sebagai bagian dari peringatan Hari Bakti PU ke-80.
Kompetisi tersebut menguji kemampuan implementasi BIM secara menyeluruh dan terintegrasi, mulai dari tahap perencanaan, koordinasi, clash detection, hingga simulasi 4D/5D—dalam waktu yang sangat terbatas. Tim Polimdo sendiri mengadopsi struktur kerja profesional layaknya di dunia industri, dengan pembagian peran sebagai berikut:
BIM Koordinator (Level 6) – pengambil keputusan sekaligus pengendali alur informasi
BIM Modeller (Level 5), pelaksana utama pemodelan teknis
Juru Gambar BIM (Level 3) – pendukung dokumentasi dan visualisasi
Ketua Jurusan Teknik Sipil Polimdo, Ir. Trio Pendekar Lonan, ST., MT, saat diwawancarai Barta1.com pada Rabu (18/03/2026), menjelaskan bahwa Reffianno dan Linda memegang peran penting bersama timnya. Mereka mampu menunjukkan kolaborasi solid serta pengelolaan data secara real-time, yang menjadi poin utama dalam penilaian juri.
Ia menguraikan proses kompetisi yang berlangsung intens selama tiga hari. Dimulai pada 24 November sebagai hari adaptasi, peserta mengikuti registrasi, technical meeting, serta mempelajari Exchange Information Requirement (EIR) sebagai “kontrak informasi” proyek.
Memasuki 25 November, kompetisi berlanjut ke tahap Sprint Modelling yang berlangsung hampir 12 jam tanpa henti. Tim mengerjakan berbagai tahapan, mulai dari pengaturan perangkat lunak, pemodelan Gedung Asrama BPSDM Kemenkumham (empat lantai dan atap), clash detection, hingga quantity take-off (5D). Proses ini juga mencakup simulasi 4D serta pengunggahan data ke Common Data Environment (CDE), termasuk menghadapi perubahan data mendadak yang harus direspons dengan cepat.
Pada hari terakhir, 26 November 2025, tim melakukan finalisasi model, pengumpulan hasil, serta presentasi selama kurang lebih 40 menit di hadapan dewan juri, terdiri dari pemaparan singkat dan sesi diskusi mendalam.
Adapun hasil kerja yang berhasil diserahkan meliputi model BIM lengkap (format native dan IFC), BIM Execution Plan (BEP), laporan clash detection, gambar 2D, data 4D/5D, hingga elemen keberlanjutan 6D.
Penilaian dalam kompetisi ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada keseluruhan proses. Aspek yang dinilai mencakup kualitas BEP, efektivitas kolaborasi dalam CDE, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, inovasi, serta kekuatan argumentasi berbasis data.
Sebagai bentuk apresiasi, Reffianno Bastinus Manuse dan Linda Jesica Pinontoan menerima sertifikat resmi dari Kementerian Pekerjaan Umum dengan nomor KP0802-kb.8/782.a. Sertifikat tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Siti Nurrusiah, pada 26 November 2025 di Makassar.
Lebih dari sekadar kompetisi, pengalaman ini menjadi simulasi nyata proyek konstruksi digital. Keduanya bersama tim menyadari bahwa BIM bukan hanya tentang model 3D, melainkan manajemen informasi yang terintegrasi. Mereka juga merasakan langsung tekanan tenggat waktu, pentingnya koordinasi tim, serta disiplin dalam alur kerja digital, keterampilan yang sangat dibutuhkan di industri konstruksi saat ini.
“Polimdo sangat bangga dengan semangat juang kedua mahasiswa ini. Pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk masa depan mereka di era BIM. Terima kasih Reffianno Bastinus Manuse dan Linda Jesica Pinontoan, kalian telah mewakili Polimdo dengan sangat baik di tingkat regional Sulawesi. Semoga semakin banyak talenta Polimdo yang mengikuti jejak ini dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post