Manado, Barta1.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manado merealisasikan penyambungan listrik gratis bagi 31 keluarga prasejahtera pada Rabu (4/3/2026).
Inisiatif yang dikemas dalam program “Light Up The Dream” (LUTD) ini menyasar warga yang selama ini belum memiliki akses listrik mandiri, bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah Sulawesi Utara.
Program LUTD merupakan aksi kemanusiaan yang bersifat bottom-up, di mana pendanaannya berasal dari donasi sukarela para pegawai PLN yang menyisihkan sebagian penghasilan mereka. Berkolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal (YBM), program ini memprioritaskan masyarakat yang sebelumnya menyambung listrik dari tetangga karena kendala biaya pasang baru.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya PLN memperkuat rasio elektrifikasi di wilayah Manado yang saat ini telah mencapai hampir 100 persen, namun masih menyisakan tantangan pada aksesibilitas bagi warga kurang mampu.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan misi perusahaan kini telah bergeser dari sekadar penyedia daya menjadi penggerak kesejahteraan sosial.
“Kami ingin memastikan bahwa energi listrik tidak hanya menjadi komoditas, tetapi menjadi jembatan kesejahteraan. Melalui Light Up The Dream, insan PLN menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu sesama. Kami berharap, dengan masuknya listrik dapat membawa manfaat besar untuk penerima,” ujar Usman saat memberikan keterangan resmi terkait peluncuran program tersebut.
Secara teknis, prosesi penyalaan dilakukan secara serentak di lapangan oleh Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan, Maman Sulaeman, didampingi Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian. Dari total target 31 keluarga, sebanyak 11 pelanggan di tahap awal telah resmi menikmati aliran listrik mandiri pada hari yang sama.
Maman Sulaeman menyatakan akses listrik mandiri akan memberikan dampak domino pada sektor domestik, terutama dalam efisiensi biaya pengeluaran energi rumah tangga prasejahtera.
Maman menambahkan bahwa kehadiran listrik mandiri sangat krusial bagi peningkatan kualitas pendidikan anak-anak dan produktivitas ekonomi skala mikro.
“Harapannya, kehadiran listrik ini dapat menopang aktivitas ekonomi keluarga. Anak-anak bisa belajar lebih baik di malam hari, dan para ibu bisa memulai usaha kecil dari rumah,” jelas Maman.
Dukungan ini dinilai relevan dengan pertumbuhan beban listrik di sistem Suluttenggo yang diproyeksikan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi di kawasan industri dan pemukiman baru di Sulawesi Utara.
Data kelistrikan menunjukkan bahwa Sistem Interkoneksi Sulawesi Utara-Gorontalo saat ini memiliki kondisi pasokan yang sangat andal dengan cadangan daya (reserve margin) yang mencukupi di atas 20 persen.
Dengan kapasitas pembangkit yang mencapai lebih dari 600 Megawatt (MW) di wilayah Sulutgo, PLN memastikan bahwa penambahan pelanggan dari sektor prasejahtera ini tidak akan mengganggu stabilitas tegangan. Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menyebutkan bahwa langkah ini adalah bentuk pemerataan energi di wilayah kepulauan dan daratan Manado agar tidak ada lagi rumah yang gelap gulita akibat kendala biaya.
Salah satu momen paling emosional terjadi di Desa Wori, saat Ibu Susanti, salah satu penerima bantuan, menyaksikan lampu rumahnya menyala melalui meteran sendiri untuk pertama kalinya. Selama puluhan tahun, ia harus membayar iuran tetap sebesar Rp 60.000 per bulan kepada tetangga untuk akses listrik yang terbatas dan tidak stabil.
“Sekarang, berkat kebaikan bapak-bapak PLN, saya punya meteran sendiri. Biayanya pasti lebih hemat dan saya tidak perlu merasa sungkan lagi. Terima kasih PLN, semoga seluruh pegawainya diberkahi,” ungkap Susanti dengan wajah sumringah.
Keberhasilan program di Manado ini menjadi pilot project bagi perluasan jangkauan “Light Up The Dream” di unit-unit layanan lainnya di bawah naungan UID Suluttenggo. Lewat komitmen berkelanjutan ini, PLN berupaya mewujudkan “kemerdekaan” energi bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post