oleh

Tiga Politisi Perempuan Milenial Sulut pada Rasa dan Aksara

Manado, Barta1.com – Cara-cara yang tidak sehat dalam berpolitik hampir semua melahirkan pemimpin yang hanya mengandalkan pencitraan yang jauh dari sikap idealisme yang tinggi. Kecenderungan ini sangat mudah ditemukan dalam sepak terjang kepemimpinan yang hampir tidak memiliki rasa keberpihakan terhadap rakyat.

Kaum intelektual, yakni kaum muda dianggap cerdas dan memiliki pemikiran yang jernih justru sangat banyak ditemukan tidak ingin terlibat ke dalam dunia politik.

Kesadaran yang dimiliki kaum intelektual, terutama menyangkut pemikiran dan pemahaman, lebih sering diproyeksikan untuk pengembangan ilmu pengetahuan semata, tanpa memperdulikan kondisi politik negeri ini.

Meski begitu, masih ada politisi perempuan yang kiprah dan visinya patut diperhintungkan di Sulut.

Lukresia Cristy Vanessa Masengie, wanita berparas cantik kelahiran Manado 26 Oktober 1996, kini duduk di Komisi 1 DPRD Manado.

“Motivasi saya memberikan contoh untuk meraih keberhasilan diusia muda lewat pekerjaan. Itu menjadi salah satu alasan saya kenapa terjun ke dunia politik, agar saya bisa menjadi contoh yang baik bagi generasi muda pada zaman milenial ini,” kata Cici, sapaan akrabnya, pada satu kesempatan.

Kata dia, generasi muda harus memiliki tekad dan berjuang demi meraih sebuah keberhasilan. Dan tentunya dengan dukungan dari orang terdekat terutama orang tua dan keluarga.

Sementara itu, politisi milenial lainnya, Mona Kloer, mengatakan keadilan dan demokrasi akan diimplementasi melalui upaya mengawal pembangunan di Kota Manado agar bisa lebih terarah.

“Saya banyak mendapati kejanggalan dalam sejumlah pekerjaan, yang dampaknya justru tidak baik untuk masyarakat,” ujar Magister Hukum yang duduk di Komisi III DPRD Manado.

Ketua Partai Gerindra Manado, menambahkan karena segelincir manusia selalu haus akan kekuasaan. Sedangkan sebagian lelah-melolong mencari nama atas nama yang lain dan keadilan tak pernah sampai di negeriku. “Artinya seperti halnya pembangunan yang pekerjaannya tidak 100%. Contoh kongrit, penyaluran bansos di tengah dampak Covid-19 yang tidak merata,” ujarnya.

“Maka saya mengajak kaum milenial untuk bersifat kritis yang memperjuangkan masyarakat yang terpinggirkan,” kata Mona.

Dilain pihak, Hillary Brigitta Lasut yang membawa visi millenarian. Sebagai politikus perempuan milenial, adalah satu dari sekian kader Partai Nasdem yang membawa harapan itu. Dalam posisinya saat ini sebagai anggota DPR RI terpilih dari Sulut, Hillary mestinya menjadi harapan yang paling menjanjikan.

Bukan semata karena usianya yang muda, tetapi juga karena karier politiknya yang jelas mengejutkan. “Kita harus perjuangkan apa yang menjadi perjuangan kaum muda untuk kehidupan berbangsa yang lebih baik,” ujarnya.

Peliput : Albert P Nalang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed