oleh

Dari 45 Legislator Sulut, Hanya 8 yang Ikut Rapid Test

Manado, Barta1.com – Dinas Kesehatan Sulut melakukan pemeriksaan cepat (rapid test) bagi anggota DPRD Sulut, di Lantai 3 Gedung DPRD Sulut, Senin (29/6/2020).

Menariknya, entah takut atau alasan lain, dari 45 anggota DPRD Sulut hanya 8 orang yang ikut tes. Diantaranya Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw, Wakil Ketua Victor Mailangkay, Jhoni Panambunan, Melky J Pangemanan, Stella Runtuwene, James Kojongian, Sherly Tjanggulung dan Alfian Bara.

“Rapid test ini adalah usulan dari seluruh anggota DPRD beserta pimpinan. Sebagai wakil rakyat sering melaksanakan aktivitas baik secara internal maupun eksternal. Oleh karena itu, kita juga harus memperhatikan bahwa semua harus bebas dari Covid-19,” kata Melky J Pangemanan, usai pemeriksaan.

Ketua PSI Sulut ini menyebutkan, rapid tes diagendakan bersama Dinkes Sulut ditujukan kepada pimpinan dan anggota DPRD Sulut. Jika non reaktif bisa beraktivitas seperti biasanya. Kalau pun ada yang reaktif tinggal lanjut ke tahapan pemeriksaan sesuai dengan protokol Covid-19.

“Ini adalah langka baik kiranya anggota DPRD, pegawai hingga awak media bisa mengikuti rapid test,” ujar Melky.

Dilain pihak, Sekretaris DPRD Sulut, Glady Kawatu mengatakan, rapid test itu tidak dipaksakan bagi semua anggota DPRD Sulut.

“Ini memang permintaan para pimpinan DPRD Sulut. Akan tetapi tidak ada paksaan untuk memeriksakan diri. Jika ada yang anggota yang mau atau merasa punya kontak erat dipersilakan,” kata Glady dikonfirmasi Barta1.com, Selasa (30/6/2020) pagi.

Ia mengatakan rapid tes di Kantor DPRD Sulut itu memang sebagian minta izin. Akan tetapi ada yang meminta waktu untuk dijadwalkan kembali rapid test. “Saya akan menghubungi lagi Dinkes Sulut karena sebagian Anggota DPRD Sulut minta untuk diperiksa kembali,” kata Glady.

Peliput : Meikel Pontolondo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed