oleh

Tiga Jaksa Gabungan ‘Keroyok’ Dugaan Korupsi Dana Banjir Manado

Manado, Barta1.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado, Mei lalu yang telah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti tindak pidana korupsi (tipikor) banjir Manado 2015 oleh Pidsus Kejagung yang menyebabkan kerugian negara Rp 8,7 miliar.

Kasus ini nampaknya terus berlanjut, Jaksa Penuntut Umum Kejari Manado melimpahkan berkas tersangka MJT alias Max, mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), YSR alias Yen selaku rekanan swasta dan AYH alias Ags juga rekanan swasta, ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Manado.

Dalam kasus ini, para terdakwa dijerat primair pasal 2 dan subsidair pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pasal 55 ayat (1) ke-1, KUHP dengan ancaman pidana 20 tahun penjara.

Sedangkan untuk terdakwa FDS alias Fen, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek tersebut ditunda pelimpahannya karena yang bersangkutan sedang sakit.

Bertindak selaku penuntut umum dalam perkara tersebut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manado Maryono SH MH. “Jaksa gabungan ini terdiri dari Pidsus Kejagung, Jaksa dari Kejati Sulut dan Jaksa dari Kejari Manado yang dipimpin Parsaoran Simorangkir SH MH yang juga sebagai Kepala Seksi (Kasie) Tindak Pidana Khusus,” kata Maryono, Kamis (25/6/2020).

Ditambahkannya, untuk sidang diperkirakan digelar awal Juli 2020 setelah mendapat penetapan hakim pengadilan tipikor, dengan jumlah saksi sebanyak 50 orang dan 2 orang ahli.

Peliput : Albert P Nalang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed