oleh

RDP Bersama Komisi 1, Erwin Kontu Beber Keunggulan Manado

Manado, Barta1.com – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Manado, Selasa (02/06/2020)

Pada saat RDP berlangsung Kadis Kominfo Manado, Erwin Kontu menjelaskan secara terperinci aplikasi Sistem Pemantauan Masyarakat (Sitasya), pemasangan CCTV, dan Call 112.

“Pemkot Manado, melalui Dinas Kominfo telah memasang CCTV yang tersebar di 130 titik. Untuk lokasi pemasangan CCTV, Pemkot Manado kerjasama dengan pihak kepolisian di tempat strategis dengan sangat memperhatikan keamanan objek dan fungsi gedung,” kata Kontu.

Ia menyebutkan, tidak memasang CCTV ke arah bank karena kemampuan CCTV Pemkot Manado dapat di zoom hingga bisa melihat nomor rekening jika ada transaksi di bank tersebut.

Dikatakannya Kontu, masyarakat Kota Manado dapat mengakses penggunaan CCTV tersebut lewat aplikasi Sistem Pemantauan Masyarakat (Sitasya) dan dapat mendownloud di play store untuk mengetahui situasi Kota Manado.

“Aplikasi Sitasya, banyak diakses masyarakat dalam pemantauan banjir. Tetapi ada kendala dalam mengakses Sitasya karena keterbatasan kapasitas bandwidth. Bandwidth‘ atau lebar pita merupakan kapasitas yang biasanya digunakan untuk menunjukkan trafik paket data maksimal tertentu pada kabel ethernet. Pengertian lain dari bandwidth internet ini adalah jumlah dari konsumsi transfer data yang biasanya dihitung dalam bentuk satuan waktu atau bit per second,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan Kota Manado adalah salah satu kota di Indonesia yang menggunakan kanal Call Center 112 untuk pelaporan. Data terakhir sudah sekitar 20 kota, tapi waktu awal cuma 5 kota saja yang pakai call center. Jakarta saja walaupun banyak sekali telepon yang masuk, tetapi tidak memakai call center sebagai kanal pelaporan.

“Berdasarkan data dari Kominfo, Jakarta memiliki jumlah panggilan telepon sebanyak 1.510.877, panggilan terjawab 0, tidak terjawab 0 dan pelaporan Covid-19 sebanyak 0,” jelas Kontu.

Sementara Kota Manado memiliki jumlah panggilan masuk sebanyak 131.079, panggilan terjawab 123.005, panggilan tak terjawab, 8.074 dan pelaporan COVID-19 sebanyak 273.

“Call Center Manado menempati urutan 2 terbanyak panggilan pelaporan Covid-19 di Indonesia setelah kota Depok dengan 434 panggilan,” katanya.

Kontu berharap, kehadiran Call Center 112 dapat memberikan kontribusi bagi pemerintah dan masyarakat selama menghadapi pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Peliput : Albert P Nalang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed