oleh

Produksi Sampah Manado Berkurang dari 450 Ton Turun Jadi 300 Ton Perhari

Manado, Barta1.com – Sebelum adanya pandemi Corona atau Covid-19, produksi sampah organik maupun anorganik di Manado yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo, rata-rata 450 ton perharinya.

Namun kabar mengembirakan, saat itu hanya 300 ton sampah perhari.

“Iya, sebelum Covid-19 ini sampah yang dibawa ke TPA Sumompo sebanyak 450 ton perharinya. Tapi setelah mal, sebagian cafe, sekolah dan pelabuhan ditutup, mengakibatkan terjadi penurunan. Kini perharinya hanya 300 ton sampah,” ujar Kepala Seksi Penanganan dan Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manado, Lieke Kembuan, via whatsapp, Sabtu (30/5/2020).

Kata dia, banyak masyarakat yang beraktivitas di rumah dan berkebun. Sedangkan aktivitas di tempat-tempat ramai sangat berkurang. Itulah penyebab produksi sampah di Manado menurun.

Seorang petugas kebersihan di TPA Sumompo, Max Laleno (60) membenarkan terjadi penurunan volume sampah.

Kota Manado memiliki 11 Kecamatan dan 87 kelurahan. Per kecamatan memiliki 2 hingga 3 mobil sampah. “Biasanya perkecamatan masuk 2 mobil tapi kini hanya 1 mobil saja. Itu pun sudah dibantu dengan motor sampah,” ujarnya.

Lanjut dia, bisa juga dilihat sampah dari pasar. Biasanya 3 ret kini hanya 1 ret. Itu pun volume sampahnya setengah atau tidak full. “Saat ini, sampah yang terbanyak datang dari daerah Malalayang dan Wenang,” tutur Max.

Caroline Joel (46), Ibu Rumah Tangga di Manado mengatakan sampah biasanya menumpuk di rumah. “Itu lebih disebabkan tidak ada petugas yang datang, maka sampah tersebut dibakar saja,” katanya.

Ia mengaku sering ke super market untuk membeli kebutuhan sehari-hari sehingga menciptakan sampah plastik.

Peliput : Meikel Pontolondo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed