oleh

Seorang Ibu di Sangihe Beri Makan Anak Balitanya Dalam Sel Tahanan

Sangihe, Barta1.com – Diduga karena melakukan aktivitas tambang di wilayah yang dianggap ilegal di Kabupaten Kepulauan Sangihe, seorang perempuan dibekuk aparat kepolisian setempat.

Tak hanya itu, dia harus memberikan makan anaknya dari balik jeruji terali besi salah satu polsek di Kepulauan Sangihe. Hal demikian diterungkap melalui keterangan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Sulut, Jull Takaliuang.

“Saya tidak bertujuan mengintervensi urusan hukum yang sementara dijalani sang ibu. Tetapi di tengah suasana mencekam akibat Covid-19, telah ada kebijakan dari pemerintah untuk membebaskan banyak napi dari penjara,” ungkapnya pada Barta1.com, Senin (4/5/2020).

Aktivis perempuan dan anak tersebut meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk dapat mendampingi persoalan yang dihadapi oleh perempuan dan anak tersebut.

“Memohon juga perhatian pemerintah Kabupaten Sangihe melalui DP3A Sangihe untuk bisa melihat posisi kasusnya seperti apa. Mungkin ada hal yang bisa dikoordinasikan antar institusi yang berwenang untuk memberikan dukungan bagi sang ibu dan balita tersebut,” tutur Takaliuang.

Sementara itu, Kabid Perlindungan Perempuan dan perlindungan Khusus Anak DP3A Sangihe, Rahel Dalawir mangatakan mereka telah meminta klasifikasi langsung dari Polsek Tahuna terkait adanya foto ibu dan anak di dalam tahanan Polsek Manganitu yang sekarang sudah di Polsek Tahuna.

“Tidak benar kalau ibu itu ditahan bersama dengan anaknya. Yang benar adalah pada saat ibunya ditahan di Polsek Manganitu anak yang berusia dua tahun itu ingin dipertemukan dahulu dengan ibunya sebelum ibunya dipindahkan ke Polsek Tahuna ini sesuai pernyataan dari ibu ini,” katanya.

Namun begitu, menurutnya, mereka akan berupaya terus mencoba mendampingi persoalan hukum yang dijalani perempuan tersebut. “Nanti besok diupayakan bersama Kadis akan dicari solusi. Ibu itu tuan tanah sudah peringatkan. Kami sementara upayakan,” jelas Dalawir.

Kapolsek Manganitu, Iptu Joubert Johanis saat dikonfirmasi via telpon menjelaskan tahanan tersebut hanya titipan ke Polsek Manganitu. “Tahanan tersebut hanya titipan ke Polsek Manganitu,” singkatnya.

Terpisah Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Tony Budhi Susetyo SIK mengungkapkan besok pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada Kapolsek dan petugas jaga.

“Besok akan kami lakukan pemeriksaan terhadap Kapolsek dan anggota jaganya yang lalai. Nanti setelah ada pemeriksaan akan kami beritahu,” ungkap Kapolres saat dikonfirmasi via WhatsApp kepada wartawan.

Peliput : Rendy Saselah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed