oleh

Dengar Keluhan Mahasiswa Asal Talaud di Luar Daerah

Talaud, Barta1.com — Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Kepulauan Talaud yang tersebar di beberapa Universitas dan Perguruan tinggi di Sulawesi Utara membutuhkan sentuhan tangan pemerintah daerah. Pasalnya, hingga saat ini mereka masih berada di seputaran kampus dan belum bisa pulang ke kampung halaman akibat Pandemi Covid-19.

Kepada media ini, beberapa pimpinan organisasi mahasiswa Talaud bersuara agar pemerintah daerah memperhatikan serta memberikan bantuan kepada para mahasiswa tersebut. Marsellyna Senaen, Ketua Asosiasi Mahasiswa Talaud (AMTA) meminta agar Pemerintah Daerah bisa membantu mahasiswa yang masih berada di luar daerah.

“Kami berharap, Pemerintah daerah bisa memperhatikan para mahasiswa yang masih berada di Tondano, Manado dan beberapa wilayah lainnya,” ujar Senaen.

“Masih banyak jumlah mahasiswa talaud yang masih berada di manado, tondano dan beberapa wilayah perkuliahan lainnya, karena belum bisa pulang ke Talaud akibat pandemi covid-19,” sambung aktivis perempuan ini.

Senada dengan itu, Revol Tundu, salah satu pengurus organisasi Gerakan Mahasiswa Talaud (GMT) mengungkapkan, dalam situasi Pandemi Covid-19, dan berdasarkan imbauan pemerintah pusat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan cara tetap diam di rumah, sangat patut di apresiasi karena menghindari membludaknya korban seperti yang terjadi di Amerika, Italia, Cina dan negara-negara lainnya.

Beberapa upaya pemerintah yang terbilang heroik dalam menyalurkan bantuan Sosial (bansos) terhadap masyarakat baik dari pusat, provinsi, dan daerah sangat diapresiasi.

Lanjutnya, situasi ini berdampak pula bagi para mahasiswa. Sebagian mahasiswa memilih untuk mengisolasi diri di kampung halaman, akan tetapi masih banyak mahasiswa yang memilih berdiam diri di kost-kosan, dengan alasan sinyal di kampung kurang menguntungkan dalam pelaksanaan kuliah online atau kuliah jarak jauh.

Dengan kondisi tersebut, dirinya meminta kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud agar memperhatikan nasib para pelajar yang ada.

“Untuk itu, kami memohon bantuan dalam bentuk apapun kepada Pemprov dan Pemkab Talaud karena kami anak petani dan nelayan tidak bisa berbuat lebih selain mengharapkan bantuan di situasi sekarang ini,” ungkap Tundu. (*)

Peliput : Evan Taarae

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed