oleh

Fabian Kaloh Sebut Kinerja Sekwan yang Terbaik

Manado,Barta1.com- kesekretariatan DPRD Provinsi Sulut, ikut melaporkan keterangan pertanggungjawaban capaian kinerja tahun 2019 di depan panitia Khusus (Pansus), di ruangan rapat paripurna, Kamis (23/04/2020).

Pada pelaporan capaian kinerja untuk tahun 2019 disampaikan langsung sekwan yang belum lama menjabat, Gledy Kawatu. Dia menyampaikan kinerja tahun 2019 di bawah kepemimpinan Sekwan DPRD lama. Akan tetapi setiap tanggungjawab yang diembankan harus dilaksanakan.

“Saya sangat berterima kasih kepada ibu sekwan bersama jajaranya yang sudah bekerja dengan baik. Walupun terlihat baru tapi ibu sudah menunjukan kinerjanya yang terbaik,” kata anggota Pansus Inggrieth Sondakh.

“Tak perlu diragukan lagi akan kinerja ibu sekwan kita. Memang sudah terbukti kualitasnya, diharapkan seterusnya seperti yang kita lihat bersama,” tambah anggota lainnya, Fabian Kaloh, dari Fraksi PDIP.

Satu persatu-satu item dipaparkan Glady di hadapan pimpinan Pansus LKPJ, Rocky Wowor dan sekretaris Netty Pantouw beserta anggota lainnya; Vonny Paat, Fransiskus A. Silangen, Fabian Kaloh, Artur Kotabunan, Inggriet Sondakh dan Winsulangi Salindeho.

“Laporan program tahun 2019 ada 19 penyusunan peraturan daerah (Perda) yang harus ditetapkan.
Akan tetapi hanya 4 Perda yang ditetapkan. Terkait penyusunan perda-perda sudah sudah mencapai 80% hingga 90%,” ungkap Gledy.

Terkait agenda pembahasan pansus dan komisi, kemudian ada kendala yaitu adanya peralihan masa jabatan dari DPRD periode 2014 ke 2019 dan 2019 ke 2024. Pembahasan Perda diperhadapkan dengan agenda DPRD yang mendesak untuk diselesaikan sehingga perda tersebut tidak ditetapkan, tetapi akan kami upayakan rampung penetapanya pada tahun anggaran tahun 2020.

Selanjutnya, anggaran fisik yang tidak capai diatas 50% yakni program urusan rumah tangga dan pertemuan pimpinan DPRD Provisnsi Sulut dengan masyarakat. Untuk anggaranya berjumlah Rp 89 juta realisasi keuangan 36% dan realisasi fisik 36,31%.

Kebutuhan terkait rumah yang akan ditempati pimpinan DPRD. tetapi yang terjadi ditahun kemarin pemakaiannya hanya 3 sampai 4 bulan kemudian sudah tidak lagi, sehingga kebutuhan terealisasi secara penuh.

Ia menambahkan, sebagian besar capaian di atas 80% dan secara umum capaian realisasi kinerja dan keuangan sekretariat DPRD Provinsi Sulut 92. Sisanya adalah penghematan anggaran atau pengehamatan belanja-belanja kegiatan lainnya. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed