oleh

Sebagian Anggaran Reses Dialihkan Atasi Wabah Corona

Manado, Barta1.com — Wabah Covid-19 berdampak pada perubahan sistem reses anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara yang berlangsung mulai Senin 27 April 2020. Umumnya reses dihadiri banyak konstituen, tapi kali ini jumlah dibatasi menyusul kebijakan social dan physical distancing. Tentu saja imbasnya adalah pengurangan anggaran.

Anggaran sewa tempat duduk misalnya, ikut dikurangi, karena minimnya peserta reses, kata Sekretaris Dewan Glady Kawatu pada wartawan baru-baru. Total anggaran tersebut untuk setiap legislator sebesar Rp 32.500.000.

“Kami tetap melakukan transfer akan tetapi sudah tidak sama dengan anggaran sebelumnya seperti sewa tempat sudah tidak dianggarkan lagi sesuai kondisi. Anggaran untuk penyewaan tempat dialihkan oleh ketua Dewan ke penanganan Covid-19,” jelas dia.

Amir Liputo, salah satu legislator, melakukan reses hanya melibatkan perangkat kelurahan beserta utusan dari tokoh masyarakat dan agama setempat, kata Glady. Sedangkan Ketua Dewan Andrei Angouw hanya akan bertemu dengan lurah saja. Sedangkan anggota dewan lainnya mengikuti protap Covid-19, dengan hanya melibatkan perangkat kelurahan dan tokoh-tokoh yang ada di dapilnya masing-masing.

“Saya percaya kepada 45 anggota DPRD Provinsi Sulut selama 8 hari ini sejak tanggal 27 April hingga 5 Mei 2020 mampu melaksanakan reses dengan mengikuti himbauan yang ada, dan tentu mempertanggungjawabkan anggaran yang digunakan,” tambah dia.

Gledy juga menyampaikan permasalahan di lapangan terkait anggota dewan yang ada di kepulauan ingin segera kembali, namun layanan kapal komersil masih ditutup dari jalur laut. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed