oleh

Kejari Manado Terima Pelimpahan 4 Tersangka Kasus Banjir Bandang Manado

Manado, Barta1.com – Dugaan korupsi dana banjir bandang Manado tahun 2014 memasuki tahap 2. Dan Kamis (16/4/2020) pukul 09.30 WITA, tiga orang tahanan tanpa diborgol terlihat turun dari mobil tahanan Kejari Manado berplat merah DB 1434 AM.

Kepala Kejaksaan Negeri Manado, Maryono SH MH mengatakan saat ini pihaknya menerima pelimpahan perkara dugaan tindak pidana korupsi banjir bandang Kota Manado tahun 2014.

“Terdakwa diperkirakan ada empat orang, dua diantaranya ASN dan dua lainnya swasta. Karena situasi masih dalam penanganan virus Corona, pemeriksaan bagi para terdakwa kami lakukan dengan protap sesuai aturan pemerintah,” katanya.

Pemeriksaan ini seaman mungkin dengan prosedur yang ditentukan dengan mengunakan atribut penanganan Covid -19, jaga jarak dengan cuci tangan dan harus memakai masker.

“Kasus tindak pidana korupsi atau dugaan terjadinya korupsi pada pasca banjir bandang tahun 2014 di Kota Manado, diduga terjadi penyimpangan pada bantuan untuk masyarakat. Antara lain penyimpangannya ada pokja-pokja yang menerima bantuan ternyata fiktif dan ada juga sebagian yang menerima tapi jumlahnya tidak sesuai dengan yang seharusnya. Sehingga diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp 8 miliar,” ujarnya.

Setelah diterima Kejari Manado, maka akan menunjuk Jaksa Penuntut Umum yang akan berkolaborasi dengan Kejati Sulut dan Jaksa Jampinsus dari Kejagung RI. “Dalam 20 hari masa penahanan kami akan menyiapkan dakwaan untuk segera di limpahkan ke Pengadilan,” ucap Maryono.

Saat ditanya, terhambatnya proses pemeriksaan, sambung Maryono karena terlalu banyaknya saksi dan ada kesulitan saksi yang harus dihadirkan dan oleh karena itu pokja-pokja serta masyarakat luas.

“Disamping itu kita harus melengkapi dokumen-dokumen yang ada, disamping itu juga kejadian ini sudah cukup lama di tahun 2014/2015 sehingga cukup memakan waktu sampai saat ini. Diduga empat orang tersangka 3 orang pria dan 1 orang wanita yaitu: Max dan Fen (ASN Pemkot Manado), Ags dan Yen (swasta). Untuk inisial Fen masih terkendala administrasi,” ungkap Maryono lagi.

Sebelumnya Tim Kejagung RI bersama 3 orang dari 4 orang tersangka tiba di Bandara Sam Ratulangi, Kamis (16/4/2020), pukul 08.50 WITA.

Peliput : Albert P Nalang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed