oleh

Walikota Manado Bantah Cetuskan “Stop Total 3 Hari”

-Berita, Daerah-1.452 views

Manado, Barta1.com — Himbauan untuk masyarakat Manado dan Sulawesi Utara untuk secara total berhenti aktivitas selang 10-12 April 2020 beredar luas di media-media sosial. Terkait masalah ini, Walikota Manado GS Vicky Lumentut membantah sebagai pihak yang mencetuskan kebijakan tersebut.

“Kami tidak pernah mengeluarkan edaran seperti itu. Edaran-edaran yang kami sampaikan ke masyarakat dalam rangka memutus mata rantai Covid-19 justru mendorong warga agar berpartisipasi aktif untuk tetap tinggal di rumah jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak,” tegas Vicky pada wartawan di Kantor Walikota, bilangan Tikala, Kamis (09/04/2020).

Himbauan lainnya yang sering disampaikan ke warga seperti rajin mencuci tangan dan ikut protokol jaga jarak. Juga bila kebutuhan yang dicari telah ditemukan segera kembali ke rumah. Vicky mengatakan, aktivitas ekonomi warga Manado perlu berjalan tapi ditegaskannya harus sesuai protokol penanganan Covid-19.

Pertemuan dengan media tersebut dilakukan walikota usai ber-video conference dengan pemerintah pusat, membahas implementasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Para pihak yang berbicara adalah Menteri Dalam Negeri, Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Menteri Keuangan, Menteri Tenaga Kerja, Menteri Desa, Menteri Sosial, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BNPB, para Gubernur/Bupati/Walikota seluruh Indonesia

Dr dr Grace EC Korompis MHSM, akademisi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sam Ratulangi Manado yang direkomendasikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Manado menjadi satu dari 10 dokter konsultan soal penanganan Covid19 di Manado. Saat dikonfirmasi menjelaskan Virus Corona yang memiliki nama asli Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) tidak akan mati dengan sendirinya dalam 24 jam.

“Masa hidup virus bergantung di media dia hidup. Kalo ada dalam sel hidup, akan lebih lama. Kalau tinggal dalam rumah, tapi ada dalam badan, virus itu tidak akan mati dengan seendirinya dalam 24 jam,” ujar Grace, jebolan S2 dari University Of New South Wales, dan studi S3 di State University Of New York At Albany. (*)

Peliput: Albert P. Nalang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed