oleh

Tingkatkan Pengolahan Lingkungan Untuk Kepulauan Talaud Sehat

Oleh: Jeremia F Apitalau

Kabupaten Kepulauan Talaud adalah gugusan pulau-pulau yang berada di paling utara Indonesia dan berbatasan dengan Negara Filipina. Kondisi Kabupaten Kepulauan Talaud masih termasuk daerah dalam tahap perkembangan dan masih dikategorikan sebagai daerah tertinggal, sebagian wilayah masih terisolir karena faktor Geografis dengan berbagai keterbatasan infrastruktur dasar, ekonomi, Pendidikan, sosial budaya, perhubungan, telekomunikasi dan informasi serta pertahanan keamanan.

Seiring dengan pembangunan, penggunaan sumber daya alam maupun lainnya juga meningkat, secara tidak sadar limbah yang dihasilkan juga terus meningkat seiring berjalannya waktu. limbah yang dihasilkan sebagian besar adalah limbah domestik, diikuti limbah industri kecil dan limbah kapal. Kondisi saat ini masih dikategori tercemar ringan, sehingga diperlukan langkah awal sebagai antisipasi kerusakan lingkungan kedepannya.

Adanya peningkatan dari berbagai infrastruktur melalui kegiatan pembangunan yang semakin meningkat, mengandung resiko untuk menimbulkan pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup sehingga fungsi ekosistem menjadi terganggu dan tidak berfungsi sesuai peruntukannya.

Berbagai dampak lingkungan antara lain (1) Dampak terhadap air, (2) Dampak Tanah, (3) Dampak Lingkungan Hidup. Dampak terhadap air, antara lain Mengakibatkan gangguan ekosistem perairan, yang bisa berdampak untuk kesehatan manusia. Hilangnya spesies hewan endemik dan vegetasi air yang ada.

Adapun air menjadi tidak layak digunakan oleh manusia sebagai sumber untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan bertambahnya limbah domestik yang sebagian besar dihasilkan setiap hari menjadi kontaminan/pencemar bagi lingkungan antara lain dapat mencemari air, tanah, udara hingga dapat berakibat buruk terhadap kesehatan manusia dan menimbulkan penyakit.

Kondisi sungai-sungai kecil sudah dicemari oleh limbah-limbah padat yang dibuang secara sembarang. Adapun di tempat atau lahan dijadikan salah satu tempat pembuangan sampah sembarangan. Dampak terhadap tanah, limbah menjadikan tanah yang ada sudah tidak murni lagi dan tercampur oleh berbagai bahan kimia maupun non kimia. Kontaminan ini akan diterima oleh tanah melalui berbagai aktivitas yang telah dilakukan sehari- hari, dengan tidak menyadari ketika menimbulkan pencemaran pada tanah.

Pencemaran pada tanah ini akan menyebabkan tanah menjadi tidak murni dan tidak seperti keadaan semula. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap kehidupan ekosistem sekitar, di mana tumbuhan tidak lagi memiliki potensi bertumbuh serta dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama akan menjadi wabah penyakit serta pencemaran udara dengan adanya aroma tidak sedap yang pada akhirnya dapat berdampak pada kesehatan manusia dengan munculnya bakteri-bakteri patogen.

Di Kabupaten kepulauan Talaud, kondisi pemukiman masih tergolong tidak padat, kecuali untuk kota Melonguane sendiri. Masih didominasi oleh desa-desa kecil. Untuk setiap rumah umumnya mempunyai sistem pengolahan limbahnya masing-masing seperti septic tank. Hal ini tentunya sangat membantu pada pengolahan blackwater.

Di sisi lain kurangnya pengolahan terhadap sampah padat, dimana sangat berpengaruh terhadap lingkungan. Dari pihak pemerintah sendiri telah mendirikan TPA yang berada di Desa Mala dengan menggunakan sistem open dumping. Dimana hal ini merupakan pola pengelolahan limbah yang konvesional. Yaitu hanya dengan menumpuk lokasi tersebut dan membiarkan terurai secara alami, sedangkan jumlah limbah yang diproduksi semakin meningkat. Hal ini sudah dapat diperdiksi akan timbulnya bukit sampah yang tentunya sangat berpotensi terhadap pencemaran lingkungan. Di sisi lain oleh limbah cair yang dihasilkan hujan dapat mengganggu kegiatan dan kesehatan warga yang tinggal dekat dengan TPA.

Di ibukota Melonguane sendiri diperlukan penataan kembali permukiman kumuh dan pengembangan permukiman baru, dengan memastikan instalasi limbah yang tepat dan mudah untuk masyarakat. Dengan adanya lahan kosong dan datar dapat dimanfaatkan untuk pengembangan dan pengolahan limbah permukiman sekitar.

Pemukiman berlebihan dapat mengurangi daerah resapan air ke dalam tanah hal ini memicu terjadinya banjir di masa mendatang.
Harapannya pemerintah dapat menerapkan sistem pengolahan limbah yang tepat baik untuk limpah padat maupun cair, dengan perlakuan-perlakuan tertentu baik secara fisik, biologis dan kimia dapat mengurangi waktu penguraian yang terjadi secara alamiah.
Pemanfaatan lahan untuk instalasi pengolahan limbah tentunya sangat diperlukan dalam memaksimalkan pengurangan jumlah limbah yang ada kedepannya. Adapun beberapa alat laboratorium dalam memonitoring kondisi lingkungan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed