oleh

Ejekan Bolsonaro dan Upaya Gangster Brazil Melawan Corona

-Berita-799 views

Saat dunia dirundung takut gara-gara Covid-19, Jair Bolsonaro malah bilang, itu cuma flu biasa. Dan ketika ribuan rakyatnya positif wabah mematikan itu, sang Presiden Brazil mengejek upaya Gubernur Rio de Janeiro melakukan social distancing dan menjauhkan warganya dari kawasan pantai.

“Larang orang ke pantai? Tuhanku!” seru Bolsonaro, pekan lalu dikutip guardian, memprovokasi kebijakan Gubernur Wilson Witzel untuk 17 juta warga ‘City of God’.

“Pantai ada di luar. Tidak ada masalah pergi ke sana sama sekali,” tambah dia kendati bertentangan dengan pedoman dari Kementerian Kesehatannya sendiri yang memerintahkan warga untuk tidak berkerumun.

Ejekan Bolsonaro yang menyebut Witzel dikatator lebih gaduh dibanding upayanya menghentikan pandemi Corona di Brazil —negara dengan penduduk padat di wilayah perkotaan. Sesungguhnya ia telah mengecilkan ancaman penyakit ini, berakibat serangan dari berbagai sentrum perpolitikan Brazil. Pekan lalu angka kematian di Brazil akibat Covid-19 meningkat menjadi 299 dari 241 pada hari sebelumnya. Bukannya sadar, Jair Bolzonaro malah makin intens menyerang ‘musuh-musuhnya’ termasuk menteri kesehatan yang disebut “tidak memiliki kerendahan hati.”

Namun kemudian di awal pekan ini Bolsonaro yang ditekan habis-habisan semua elemen terkesan menyadari dampak politis dari sikapnya. Dia menyebut Covid 19 sebagai tantangan terbesar generasi kita. Herannya hanya dalam hitungan jam dia kembali merusak upaya gubernur untuk mengunci negara mereka, dan mencela coronavirus “histeria” di Twitter.

Dalam situasi lengah sang presiden, justru para gangster yang menguasai pemukiman-pemukiman di Kota Rio bertindak lebih sigap. Bila dalam kehidupan tanpa Corona mereka menarik pungli keamanan, menjual narkoba hingga perdagangan ilegal, kali ini kelompok penjahat yang sudah lama berkuasan di favela Rio berjalan dengan mobil sambil membagikan rekaman pesan lewat pengeras suara. Mereka juga telah membagikan sabun dan meminta warga untuk intens mencuci tangan.

“Kami memberlakukan jam malam karena tidak ada yang menganggap ini serius,” bunyi pesan itu seperti ditulis reuters. “Siapa pun yang ada di jalan untuk bermain-main atau berjalan-jalan akan menerima tindakan korektif dan menjadi contoh. Lebih baik tinggal di rumah tanpa melakukan apa-ap,” tambah pesan itu lagi.

Reuters tidak dapat mengkonfirmasi kebenaran pesan yang direkam, tetapi warga City of God, yang menolak untuk menyebutkan nama mereka karena takut akan pembalasan, mengonfirmasi jam malam dan pembatasan lainnya ikut diterapkan kelompok gangster.

Virus corona menjangkiti di negara akibat orang-orang Brazil yang lebih kaya terjangkit usai bepergian ke Eropa. Nyatanya virus ini dengan cepat bermigrasi ke komunitas-komunitas yang lebih miskin, pemukiman padat penduduk dan pekerja informal. Bahanya lagi layanan publik yang lemah menjadi ancaman untuk mempercepat penyebarannya.

Menurut badan air nasional Brazil, sekitar 40 juta orang tidak memiliki akses ke pasokan air publik. Sementara 100 juta warga —hampir setengah dari populasi— hidup tanpa koneksi ke pengolahan limbah.

“Sanitasi dasar mengerikan,” kata Jefferson Maia, seorang warga Rio berusia 27 tahun. “Kadang-kadang kita bahkan tidak punya air untuk mencuci tangan dengan benar. Kami sangat peduli dengan masalah coronavirus,” ujarnya.(*)

Editor: Ady Putong

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed