oleh

Ketua 6 Dotu Tanjung Merah Nilai Janggal SP3 Direskrim Umum

Manado, Barta1.com — Ketua 6 Dotu Tanjung Merah Efraim Lengkong menilai ada kejanggalan pada surat perintah penghentian penyidikan atau SP3 terhadap Fien Sompotan (FS), yang diterbitkan Direktorat Reskrim Umum (Direskrim Um) Polda Sulut.

Surat bernomor SPPP/Sidik/72/lll/2020/Dit.Reskrimum menyatakan penghentian penyidikan dengan alasan kurang bukti. Efraim mengaku sejak gelar perkara dilaksanakan di Mabes Polri Februari 2020, dia sudah mengendus ‘aroma tak sedap’ pada kasus ini.

“SP3 itu bertentangan dengan fakta yang ada, apalagi kalau alasannya kurang bukti,” ujar Efraim Rabu (26/2/2020), dalam keterangan resminya.

Saat gelar perkara, Efraim selaku pengadu menerima undangan kepolisian yang menyatakan aduan masyarakat berbentuk pemerasan dan kriminalisasi. Namun anehnya menurut dia, dalam gelar perkara tidak menyinggung masalah itu tapi yang disentil seputar masalah perdata.

Sementara menyangkut kurang bukti, justru lanjut dia bukti yang disampaikan menyangkut dokumen, keterangan saksi, keterangan pelapor, keterangan ahli, putusan PN Manado tentang pra peradilan hingga keterangan ahli forensik Polri di Makassar (non identik).

“Itu berarti sudah lebih dari 2 alat bukti, bahkan tersangka telah ditahan selama 56 hari,” katanya sambil tersenyum.

“Langkah yang diambil oleh Polda Sulut cq Direskrimum jelas sudah melanggar KUHP dan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21,” tambah dia.

Menanggapi SP3 tersebut, Efraim selaku Ketua 6 Dotu Tanjung Merah mengaku akan ambil langkah hukum.

“Tapi kami harus melihat perkembangan penanganan virus Covid-19 dulu, karena fokus kita bersama tertuju pada masalah kemanusiaan ini, setelahnya kita lihat saja,” sebut Efraim.

Diketahui perseteruan 6 Dotu Tanjung Merah dengan FS bergulir sejak 2019. Masalah ini menyangkut tuduhan FS memalsukan keabsahan dokumen tanah, yang dilaporkan Efraim ke aparat kepolisian.

Menyangkut SP3 Direskrim Um, Efraim menerima tanggapan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham baru-baru. Jules membenarkan penyidikan dihentikan karena tidak cukup bukti setelah dia melihat surat tersebut. (*)

Editor: Ady Putong

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed