oleh

Cegah Covid-19, Pemerintah Desa Baiknya Ikut Tujuh Langkah Ini

Sangihe, barta1.com – Penderita akibat virus Corona (Covid-19) di Sulawesi Utara terus bertambah. Hingga berita ini terbit telah mencapai 249 orang bersatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP), 13 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 1 orang masih terkonfirmasi dalam pengawasan sebagai pasien positif Covid-19.

Kondisi ini tentu harus menjadi tanda awas disemua wilayah termasuk Kabupaten Kepulauan Sangihe dan sekitarnya, mengingat pemerintah telah memperpanjang masa waktu darurat Covid 19 selama 91 hari kedepannya.

Ketika berbincang mengenai penanggulangan Covid-19 dengan salah satu tokoh pemuda Nusa Utara, Jolly Horonis, lahirlah beberapa fokus pikiran, dimana desa sebenarnya ada pertahanan terakhir dan bisa menjadi pilar depan dalam mempersempit penyeberan pandemik ini.

Jolly yang malang melintang dalam diskursus pemerintahan, akademik dan politik ini, mendorong hal-hal yang wajib dilakukan oleh pemerintah desa di tengah isu wabah yang kadangkala tak terkontrol di media massa saat ini.

“Desa harusnya jadi pilar depan dalam mempersempit penyebaran wabah ini. Desa Tanggap Corona, Desa Waspada Corona, atau Desa Sadar Corona, bisa jadi judul contoh gerakan desa dalam kondisi negara saat ini,” katanya, Selasa (24/3/2020).

Berikut langkah-langkah mempersempit penyebebaran virus Covid-19 yang bisa dan barangkali wajib dilakukan di tingkat desa.

  1. Setiap orang yang datang dari daerah terdampak lainnya wajib dikategorikan ODP (Orang Dalam Pemantauan).
  2. Mengimbau warga agar sanak-saudaranya yg ada di daerah terpapar jangan dulu Pulang Kampung (Pulkam).
  3. Menyediakan tempat cuci tangan umum di tiap lindongan.
  4. Menghentikan sementara kegiatan berkumpul, sesuai anjuran pemerintah, seperti peribadatan di gereja, mesjid dan kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti acara pernikahan dan lain-lain.
  5. Gerakan PKK untuk giat ‘rumah sehat halaman bersih’
  6. Aktifkan Siskamling khusus Corona. Siskamling cukup penting di daerah yang ada potensi pariwisata karena memantau wisatawan lokal datang pergi
  7. Kontak layanan darurat disetiap desa harus ada.

Peliput : Rendy Saselah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed