oleh

Dari 42 Orang, 22 Orang di Sangihe Masih Dalam Pantauan

Sangihe, Barta1.com – Puluhan masyarakat Kepulauan Sangihe yang terdata melakukan perjalanan dari luar daerah, seperti daerah yang terdapak virus Corona (Covid 19) telah diminta untuk melakukan isolasi diri di rumah masing-masing.

Kendati sehat, Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Sangihe, dr Jopy Thungari menyebutkan standar pencegahan harus tetap dilakukan dengan ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) selama 14 hari.

“Jadi ada sekitar mungkin sekarang, iya tinggal 22 kita pantau, minggu yang lalu 42 karena sudah lewat 14 hari, kita sudah keluarkan 20 orang, jadi tinggal 22 orang,” beber Thungari, Kamis (19/3/2020) via telepon.

Ia menjelaskan masyarakat tidak perlu panik, sebab mereka yang ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) ini semuanya kondisinya sehat, meski ada yang keluhannya pilek.

“Dalam evaluasi ternyata setelah itu sembuh, mereka kan jadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) karena melakukan perjalanan, ada riwayat perjalanan ke wilayah dimana terdapat inveksi,” ungkapnya.

Thungari menegaskan sekarang sudah ada pembatasan dimana khusus ASN tidak ada lagi tugas luar dalam jangka waktu ini. Sementara itu menurutnya Rumah Sakit yang siap dijadikan sebagai rumah sakit isolasi sementara adalah Rumah Sakit Liung Paduli Tabukan Utara.

“Kalau umpamanya ada penderita yang butuh isolasi maka itu masuknya di RS Liung Paduli. Kita sudah siapkan tim melibatkan tenaga dari Rumah Sakit Liun Kendage dan Rumah Sakit Liung Paduli. Mala secara peduli, RS Liung Paduli, sekarang kita sudah alihkan rawat jalannya di Puskesmas. Kita fokus persiapkan liung paduli sebagai rumah sakit isolasi,” tuturnya.

Peliput : Rendy Saselah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed