oleh

Solusi Velma Malaa Atasi Sampah Plastik

Talaud, Barta1.com — Gerakan bersih – bersih sampah plastik bersama warga masyarakat yang digencarkan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Talaud, Velma Reikee Malaa STh rupanya memiliki alasan tersendiri.

Saat dihubungi pada Sabtu (14/03/2020), ia mengungkapkan alasan mengapa dirinya harus melibatkan maayarakat dalam aksi bersih-bersih sampah plastik.

“Mengapa harus melibatkan masyarakat? Karena peran warga masyarakat sangat penting bagi kita untuk berkontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup,” ungkap Malaa.

Tak mau berlarut-larut dalam diskusi soal dampak sampah plastik yang di antaranya dapat mengganggu rantai makanan, pencemaran lingkungan, mengancam ekosistem laut, hingga mengganggu keeksotisan pariwisata. Hal ini yang membuat anggota Komisi II DPRD ini mengambil langkah untuk memulai gerakan bersih-bersih.

Uniknya, tidak seperti biasanya ketika membersihkan sampah plastik yang kemudian dibakar. Politisi perempuan ini justru memiliki inovasi tentang bagaimana caranya sampai sampah plastik ini bisa memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat ataupun satu komunitas. Bahkan, mesin pencacah sampah plastik yang dipesannya sudah siap dikirim ke Talaud dan nantinya akan diserahkan kepada pihak Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Melonguane.

Legislator vokal ini menambahkan, Upaya yang dapat kita lakukan untuk mengatasi sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari seperti menggunakan bak sampah untuk membuang botol air plastik, wadah makanan dan bahan plastik lainnya, menghindari membuang sampah dari plastik di ruang terbuka, tempat umum, saluran air, sungai, pantai, laut dan sumber daya alam lainnya.

Selain itu, dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan dan bahaya sampah plastik, kita harus menginformasikan kepada kerabat atau tetangga agar supaya mereka ikut bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar rumah dari sampah, termasuk sampah yang terbuat dari plastik.

Lanjut Malaa, walaupun upaya yang ia gencarkan ini masih tergolong sederhana karena masih merupakan langkah awal dalam menyikapi persoalan sampah plastik, tetapi dengan melakukan berbagai Iangkah tersebut, dirinya optimis dapat mengendalikan penggunaan plastik dan pencemaran sampahnya.

“Sekalipun gerakan yang kita lakukan masih tergolong sederhana, namun hal ini membuktikan bahwa kita sudah mulai memberikan sumbangsih untuk menurunkan pencemaran sampah plastik pada lingkungan hidup,” kata Malaa.

Ia juga menjelaskan, saat ini Peraturan Daerah (Perda) tentang sampah sudah ada dan tinggal menunggu diterbitkannya Peraturan Bupati (Perbup). Setelah Perbupnya sudah ada, maka akan disosialisasikan kepada masyarakat.

“Perda sampah sudah dibuat dan tinggal menunggu Perbup. Jika itu sudah ada, maka Perbup ini akan kita sosialisasikan kepada masyarakat,” kunci Malaa. (*)

Peliput : Evan Taarae

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed