oleh

Komitmen Yongkie Limen pada Diaspora Nusa Utara di Manado

-Berita, Polmas-1.623 views

Manado, Barta1.com — Tagline Tahendunge Wue Ia identik dengan Yongkie Limen. Jargon humanis dari bahasa Sangihe itu menempatkan Yongkie sebagai politisi yang mewakili diaspora Nusa Utara di Kota Manado.

Ketika sukses mengunci 1 kursi DPRD Provinsi Sulawesi Utara periode kedua dari dapil 1 Manado, pada Pemilu 2019 lalu, Yongkie memang menuai banyak suara dari beberapa titik yang dipadati warga Nusa Utara di Manado. politisi Partai Golkar ini berupaya terus membangun kepercayaan konstituennya dalam kerja sebagai wakil rakyat.

“Bagi saya ini adalah sebuah kehormatan besar saat banyak saudara-saudara saya dari Sangihe, Talaud dan Sitaro mempercayakan pilihannya untuk saya di DPRD provinsi,” ujar Yongkie pada Barta1 Senin (24/02/2020).

Baca Juga: Yongkie Limen, Politisi Nusa Utara yang Dilahirkan Golkar 

Tahendunge wue Ia sendiri bisa diartikan “Jangan Lupakan Saya”. Tagline itu mulai populer ketika Yongkie turun dalam helatan Pemilihan Walikota Manado 2010 silam. Warga Nusa Utara di ibukota Sulut mulai merasa bahwa Yongkie memang bagian dari mereka.

“Yongkie salah satu kandidat di Manado yang mau menggunakan bahasa daerah kendati istilahnya hidup jauh dari kampung halaman, ini membuat kami melihat dia punya kesungguhan untuk menjadi bagian dalam kehidupan saudara-sudaranya,” kata Julius Tahulending, warga Kecamatan Wenang.

Karena diberi kepercayaan, Yongkie menyebut adalah kewajiban untuk memperjuangkan aspirasi diaspora Nusa Utara di Manado. Duduk sebagai anggota dewan provinsi di Komisi 3, dirinya kerap menemui warga Nusa Utara yang banyak bermukim di pesisir Manado. Termasuk baru-baru ini ketika dia melaksanakan agenda serap aspirasi di seputaran Pantai Bahu, Kecamatan Malalayang.

Lewat pertemuan langsung dengan masyarakat tersebut, Yongkie mengaku banyak menerima permintaan yang berkenaan langsung dengan hajat hidup masyarakat. beberapa di antaranya adalah ketersediaan lapangan kerja, masalah kesehatan, fasilitas penunjang kegiatan ekonomi hingga kemudahan melakukan pengurusan dokumen di area pemerintahan. Tak hanya itu, Yongkie juga mendengar berbagai masukan dan ide untuk pembangunan kota.

“Saya kagum ternyata saudara-saudara saya dari Nusa Utara punya banyak ide yang sebenarnya bisa teraktualisasi pada kerja pemerintah daerah, khususnya pemerintah kota Manado,” kata dia.

“Masukan-masukan ini seharusnya perlu didengar dan kalau bisa dilaksanakan oleh pemerintah kota,” tambah suami dari Conny Rares, anggota DPRD Kota Manado.

Sejumlah aspirasi menurutnya patut dia perjuangkan sebagai komitmen pilihan konstituen. Yongkie mengatakan pentingnya ketersediaan akses bagi anak-anak dari Sangihe, Talaud dan Sitaro yang datang menuntut ilmu di perguruan tinggi ibukota provinsi. Sebagai orang Nusa Utara di Manado, terlebih ketika duduk sebagai anggota dewan, adalah panggilan bagi dia untuk melakukan pembangunan sumber daya manusia pada para mahasiswa dari wilayah kepulauan Sulut.

“Iya, anak-anak ini memang butuh perhatian khusus agar saat sarjana dan kembali ke daerahnya mereka bisa lebih maksimal melakukan fungsinya membangun daerah,” ujar Yongkie.

Terkini, dirinya didorong konstituen untuk maju sebagai calon walikota Manado di Pilkada tahun ini. Yongkie sendiri mengaku telah mendaftar di Partai Golkar sebagai kandidat karena adanya dorongan tersebut.

“Kalau saudara-saudara sendiri memang menginginkan itu saya baru berani, karena tanpa dukungan seperti itu saya tak mau gegabah ikut pemilihan kepala daerah,” sebut dia. (*)

Editor: Ady Putong

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed