oleh

Pasien Protes, RS Siloam Minta Maaf

-Berita, Daerah-2.951 views

Manado, Barta1.com –Manajemen Rumah Sakit (RS) Siloam Manado meminta maaf atas pelayanan yang tidak memuaskan dari salah satu staf bagian registrasi terhadap pasien bernama Agnes Takalao.

“Saya mewakili manajemen Rumah Sakit Siloam meminta maaf kepada keluarga pasien ibu Agnes Takalao, secara internal kami akan mengedukasi staf kami, sekali lagi kami meminta maaf atas ketidaknyamanan ini,” Kata Jenifer Warong mewakili manajemen RS Siloam Senin (27/01/2020) awal pekan ini.

Diketahui sebelumnya, Sabtu (25/01/2020) sekitar pukul 21.00, Agnes Takalao warga Kelurahan Buha diantar anaknya ke RS Siloam dengan keluhan badan lemah dan tidak ada nafsu makan. Diletakan di kursi roda, kemudian pasien ditangani petugas medis di ruang Instalasi Gawat darurat atau IGD.

Selanjutnya keluarga pasien disuruh melakukan regristrasi di bagian administrasi. Saat itulah terjadi adu mulut antara keluarga pasien dengan petugas regristrasi. Pasalnya oleh petugas registrasi, keluarga dimintai surat rujukan pasien dari dokter BPJS.

“Saya jawab tidak ada karena hari itu libur bertepatan hari raya Imlek, dan kami beranggapan ibu saya saat itu butuh pertolongan emergensi,” kata Ananta, putra pasien.

Petugas meminta jika tidak ada surat rujukan dan ingin pasien dirawat inap, maka pasien harus menyediakan uang muka. Akhirnya terjadi adu mulut, hingga petugas registrasi hendak memanggil sekuriti untuk mengusir pasien dan keluarga.

“Jelas saya sangat keberatan pelayanan di bagian regristrasi, petugas sikapnya tidak punya etika, masa pasien BPJS dimintai uang muka,” jelas Ananta, seraya mengatakan Agnes akhirnya berpindah ke RS Pancaran Kasih.

Manager Case Mix BPJS RS Siloam dr Frico Talumewo mengklarifikasi kejadian tersebut dengan menghubungi petugas medis yang bertugas saat kejadian.

“Kami melayani pasien BPJS sudah sesuai regulasi yang berlaku, jadi untuk pasien darurat bisa langsung ditangani di IGD,” ujar Frico.

Ditambahkannya, RS Siloam adalah rumah sakit tipe B, yang melayani pasien BPJS rujukan dari rumah sakit tipe C.

“Untuk pasien poli harus ada surat rujukan, tapi jika pasien darurat pasti kami layani di IGD tanpa harus ada rujukan, untuk proses selanjutnya dilihat dari hasil pemeriksaan pasien apa harus inap di sini atau bisa pulang,” kata dia. (*)

Peliput : Albert P Nalang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed