oleh

Turis Cina yang Kini Jadi Momok Penyebar Corona

-Berita, Daerah-1.319 views

Manado, Barta1.com — Wisatawan Cina masih menjadi tumpuan industri pariwisata di Sulawesi Utara hingga awal 2020. Oleh pemerintah provinsi, target kehadiran turis Tiongkok ke Bumi Nyiur Melambai dipasang lebih besar dibanding dari negara-negara lain.

Tahun lalu Pemprov Sulut menargetkan kehadiran turis Cina sebanyak 150.000 orang. Sementara tahun sebelumnya, 2018, angka target sebanyak 115.000 bahkan terlampaui hingga 124.000. Adapun jumlah kunjungan wisman ke Sulut secara kumulatif mencapai 110.459 orang pada Januari 2019-Oktober 2019.

Dalam catatan Badan Pusat Statistik Sulut, total jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang ke Sulawesi Utara melalui pintu masuk bandara Sam Ratulangi pada November 2019 sebanyak 9.261 orang, dibanding bulan Oktober 2019 menurun sebesar 10,88 persen. Jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya November 2018 meningkat sebesar 61,48 persen.

Baca juga: BARTAGRAFIS: Rekor Masih Dipegang Turis Tiongkok

Booming turis Cina ke Sulut ditopang upaya Pemprov Sulut yang menginisiasi jalur penerbangan langsung dari sejumlah Kota di Tiongkok, bersama operator penerbangan. Lion Air misalnya, membuka rute penerbangan langsung dari Macau, Shenzen, Chongqing, Wuhan, Shanghai, dan Changsa. Keenam kota itu dinilai memiliki potensi pasar, jumlah penduduknya dan daya belinya yang besar.

Sedangkan Maskapai Sriwijaya Air sejak 2019 memiliki rute baru penerbangan dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado ke Bandara Internasional Wuxu Nanning China. Rute baru itu dijadwalkan terbang dua kali seminggu, Selasa dan Sabtu.

Terakhir Lion Air membuka rute langsung ke Fuzhou. Operator penerbangan turut menyediakan rute Manado ke kota lainnya di China; Guangzhou, Changsha dan Tianjin, dan berhasil mendatangkan ratusan ribu turis China.

Baca juga: Waspada Corona, Turis Tiongkok Borong Masker di Apotik Manado

“Rute Manado-Fuzhou dijadwalkan sebanyak 3 flight setiap minggu. Rute baru ini menjadikan sektor pariwisata tetap menjadi andalan Pemprov Sulut sebagai penggerak ekonomi daerah,” ujar Gubernur Olly Dondokambey akhir 2019.

Namun kehadiran ratusan ribu turis Cina di Sulut, yang seharusnya menjadi salah satu motor penggerak perekonomian daerah, mulai jadi ancaman nyata menyusul temuan penderita yang terjangkit virus Corona. Penderita ditemukan pertama kali di Kota Wuhan, Cina. Sejauh ini, lapor BBC, virus Corona dikabarkan telah menyebar ke paling tidak delapan negara termasuk Singapura, Thailand, Amerika Serikat hingga Arab Saudi.

Hingga terakhir seorang penerjemah asal Indonesia yang baru tiba dari Cina ke Manado diduga terjangkit virus Korona kini masuk ruang isolasi RSUP Prof Kandou Malalayang. Namun sumber dalam rumah sakit menyebut ada beberapa temuan medis yang menunjukkan pasien tak sepenuhnya menunjukkan gejala terpapar Corona.

Baca juga: Mengenal Virus Corona, Walikota Manado: Warga Jangan Panik

Namun bagi elemen masyarakat di Suluawesi Utara, kehadiran ratusan ribu turis Tiongkok ke Manado dan kota-kota lainnya di Sulawesi Utara harus diawaspadai —atau diantisipasi.

“Apabila pasien tersebut terkena Virus Corona, maka pemerintah Provinsi Sulut harus segera menetapkan status darurat virus Corona di Sulut, tanpa disembunyikan,” ujar Sekretaris Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Wilayah Teritorial Sulut, Dave Lolowang, saat bertatap muka dengan Komisi IV DPRD Sulawesi Utara, di Kantor Deprov, Senin (27/01/2020).

Di hadapan Wakil Ketua Komisi IV Carei Naichel Runtu, pengurus GMBI Sulut menyampaikan poin tuntutan lainnya, menjadi bentuk nyata kepedulian mereka untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona di Sulut.

GMBI, kata Ketuanya Howar Hendrik Marius, meminta Pemprov Sulut untuk melakukan medical check-up kepada seluruh warga Cina yang datang berkunjung maupun bekerja di Sulut. Tuntutan lainnya meminta pemerintah untuk menghentikan sementara penerbangan Manado – China untuk sementara waktu sampai benar-benar virus Corona dipastikan aman dan steril.

Menurut Howard, GMBI sejatinya tidak alergi terhadap investor maupun tenaga kerja asing. Namun apa yang diminta mereka semata-mata demi menjaga kenyamanan masyarakat.

“Menyikapi keresahan masyarakat tentang keberadaan Virus Corona, kami komisi IV akan meninndaklanjuti dengan mengundang hearing Dinas Kesehatan dan Dinas Pariwisata,” kata Careig

“Sesudah itu kami akan bersama-sama turun lapangan melihat langsung apa yang diharapkan masyarakat Sulut terhadap keamanan yaitu jauh dari berjangkitnya Virus Corona itu,” lanjut dia.

Richard Sualang, personil Komisi IV menanggapi, kehadiran LSM GMBI ke dewan sudah jelas yaitu menjaga ketenangan masyarakat Sulut dari simpang-siur keganasan Virus Corona.

“Untuk itu sebagai mitra kerja Dinas Kesehatan dan Dinas Pariwisata Sulut, besok setelah mengundang hearing, bersama-sama kita turun lapangan untuk mengontrol dinamika TKA dan para turis yang ada di Sulut,” ujar politisi PDIP ini. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo
Editor: Ady Putong

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed