oleh

Cerita Kiper Borneo FC Gianluca Pandeynuwu Tentang Sulut United

Manado, Barta1.com – Komposisi pemain Sulut United telah rampung. 26 pemain sudah resmi dirilis dan dikontrak manajemen untuk menghadapi Liga 2 2020. Hanya saja, regulasi memperbolehkan setiap klub mendaftarkan 30 pemain. Terbersit kabar 4 ‘jatah’ tersisa akan diberikan kepada pemain lokal Sulut.

Sejauh ini ada tiga pemain sedang seleksi yakni Budi Lasena (gelandang), Jecky Runtulalo (libero) dan Geril Kapoh (kiper). Sempat juga ikut latihan mantan kiper Mitra Kukar, Gerry Mandagi, namun jauh-jauh hari dia membantah bergabung dengan tim besutan Ricky Nelson.

Di luar itu, publik bola Sulut masih berharap nama-nama seperti Rivky Mokodompit (eks PSM Makassar), Aldair Makatindu, Wahyudi Koko Hamisi dan Gianluca Pandeynuwu untuk bergabung.

“Kami menginginkan para pemain asal Sulut memperkuat Sulut United. Saya tahu keinginan publik seperti itu. Ya, tapi mereka punya kendala tidak bisa bergabung. Jadi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Wahyuni Hamisi itu misalnya, tinggal dikontrak tapi tiba-tiba CEO Borneo FC Pak Nabil tak mau lepas,” kata Pelatih Kepala Ricky Nelson pada jumpa pers waktu lalu.

Ternyata tak hanya Wahyudi Hamisi, kiper asal Minsel yang juga putra dari mantan kiper Persma Manado, Hendra Pandeynuwu yakni Gianluca Claudio Pandeynuwu nyaris memperkuat Sulut United. “Saya nyaris bergabung di Sulut United, karena kebetulan banyak pemain yang saya kenal baik yang telah bergabung. Bahkan hampir juga ke Arema Malang, tapi saya masih punya kontrak setahun bersama Borneo FC,” beber Gian saat ditemui di Stadion Klabat Manado, Sabtu (18/1/2020).

Ia mengatakan jika melihat skuat saat ini sangat diharapkan Sulut United lolos ke Liga 1. “Semua pemain selalu punya keinginan memperkuat klub daerahnya. Begitu juga dengan saya. Saya doakan Sulut United lolos ke Liga 1,” kata kiper yang rencananya Minggu (19/1/2020) kembali ke markas Borneo FC untuk memulai latihan.

Gian menuturkan kontrak bersama Borneo FC berdurasi tiga tahun. “Tahun depan kontrak saya sudah berakhir,” imbu kiper yang lahir 9 November 1997 dengan tinggi badan 1.83 meter ini.

Disinggung apakah dirinya akan menjadi kiper nomor satu di Borneo FC setelah kompatriotnya Nadeo Argawinata gabung Bali United? “Belum tahu. Saya pokoknya latihan, latihan dan latihan. Semua tergantung pelatih. Sebagai pemain harus siap kapan saja diturunkan,” pungkasnya.

Peliput: Agustinus Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed