oleh

AMPB Prioritaskan Bantuan Bencana Sangihe Untuk Anak Sekolah

Sangihe, Barta1.com – Mengatasnamakam Aliansi Masyarakat Peduli Bencana (AMPB) Sangihe, beberapa organisasi yang terdiri dari GCDS, INGAGE, YSNM, LPA Sulut, PMII, AMAN, PUANACITYA, KAMMI, dan JW PRINTING, menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam yang terjadi di beberapa lokasi di Kepulauan Sangihe.

Aksi sosial yang dikoordinatori pegiat perlindungan perempuan dan anak, Jull Takaliuang (Ketua LPA Sulut) berhasil mengumpulkan uang donasi sebesar Rp 47.103.000,- dan bantuan dalam jenis barang khusus untuk anak-anak di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang menjadi korban bencana. “Total donasi yang digalang dari jalan, Zero Point, dan pasar2 Rp. 26.438.000. Total donasi cash via transfer Bank Rp 20.665.000,- Jadi jumlahnya keseluruhan Rp 47.103.000,” kata Jull Takaliuang, Kamis (16/1/2020).

“Lalu ada juga bantuan-bantuan berupa barang seperti kebutuhan perempuan dan anak antara lain pembalut, popok, makanan bayi, snack, perlengkapan mandi, bedak. Ada juga yang menyumbang baju-baju yang masih layak pakai yang tentunya disortir lagi oleh tim Aliansi Masyarakat Peduli Bencana (AMPB)- Sangihe,” lanjut dia.

Rombongan AMPB tiba pada Kamis (16/1/2020), langsung menyambangi beberapa titik lokasi bencana di Kabupaten kepulauan Sangihe untuk membawa bantuan kepada anak-anak sekaligus berkonsultasi mengenai keadaan para korban di pos-pos pengungsian.

Aktivis perempuan Sulut yang kebetulan juga berasal dari Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe itu mengungkapkan prioritas penggalangan dana yang mereka laksanakan di Manado dan sekitarnya memang tertuju pada perempuan dan anak. Menurutnya seyogianya mereka memerlukan penanganan secara khusus, karena memang pada dasarnya ada yang harus diperhatikan antara korban dewasa dan anak-anak.

“Penanganan untuk anak-anak jelas berbeda. Secara fisik, kita mungkin melihat anak-anak ini sehat. Tapi kita tidak tau dampak secara psikis yang dialami. Makanya, sangat dibutuhkan traumatic healing untuk bisa mengembalikan keceriaan, atau bahkan semangat mereka sehingga bisa kembali normal. Selain itu, asupan makanan mereka juga harus diperhatikan. Dalam kondisi seperti ini, jangan sampai mereka lebih sering mengkonsumsi makanan instan yang nantinya berdampak pada pertumbuhan mereka,” ujar perempuan peraih N-Peace Award dari PBB 2015 ini.

Atas nama AMPB, Jull Takaliuang mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Mokobang-Modoinding yang telah mengumpulkan bantuan berupa sayur-sayuran yang menurutnya dikoordinir langsung oleh Hukum Tua setempat Bapak Jusuf Kalengkongan.

Tak hanya itu AMPB juga berterima kasih kepada masyarakat kota Manado bahkan sampai di Jakarta yang dengan tulus telah memberikan donasinya untuk meringankan beban masyarakat di Sangihe yg terkena bencana pada tanggal 3 Januari 2020 lalu.

“Kiranya setiap uluran tangan kita, seberapa pun itu, pasti akan sangat berarti bagi saudara-saudari dan anak anak yang tertimpa bencana. Selebihnya biarlah Tuhan mencatat segala kebaikan yang kita semua perbuat,” katanya.

Hingga hari ini di beberapa lokasi yang terdampak bencana sendiri, masih terdata ada kurang lebih 84 anak dari berbagai kelompok usia, yang masih membutuhkan bantuan.

Peliput: Rendy Saselah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed