oleh

Alasan Policeline Kantor Bapeda Talaud Dicabut Polisi

-Berita, Daerah-1.236 views

Talaud, Barta1.com –– Policeline (Garis polisi) yang terpasang di kantor Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kabupaten Kepulauan Talaud setelah kantor tersebut menjadi sasaran amukan masa aksi pada beberapa hari yang lalu akhirnya dicabut oleh petugas kepolisian.

Dicabutnya policeline ini mengundang tanda tanya bagi masyarakat. Pasalnya, ada yang beranggapan bahwa persoalan hukum yang membuat beberapa masa aksi sampai saat ini masih ditahan di Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Talaud terkait perusakan fasilitas yang ada di kantor Bapeda sudah selesai dan tidak dilanjutkan lagi ke tahap selanjutnya. Di lain sisi ada juga yang beranggapan, persoalan tersebut sudah tidak lagi berurusan dengan petugas kepolisian tetapi dengan Pemerintah Daerah (Pemda).

Menanggapi hal ini, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kepulauan Talaud, melalui Kepala Satuan (Kasat) Reskrim, Iptu M Maulana Miraj SIK mengatakan, pencabutan police line di kantor Bapeda bukan berarti proses penegakan hukum sudah selesai.

“Mengapa police linennya dicabut? karena kantor itu digunakan untuk pelayanan masyarakat. Kalau police line belum dicabut, berarti petugas pemdapun tidak bisa berbuat apa–apa dan tidak bisa melakukan pelayanan terhadap masyarakat,” ujar Maulana, Selasa (14/01/2020).

“Itu kan kantor milik Pemda. Kami dari kepolisian melakukan pencabutan police line untuk efektifitas pelayanan dari pemda. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Bapeda, jadi kami mencabut police line tersebut. status quo sudah diamankan, barang bukti juga sudah diamankan,” tambah dia.

Hingga sejauh ini pihak kepolisian sudah melakukan pendalaman dari yang bersangkutan dan sudah melaksanakan olah TKP serta pemeriksaan saksi–saksi.

“Sejauh ini kita melakukan pendalaman dari peran masing – masing orang yang diamankan tersebut. Sementara untuk penanganannya masih di Polres Kepulauan Talaud,” jelasnya.

Maulana mengimbau agar masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud harus mawas diri dan harus crosschek apakah berita tersebut benar adanya atau hanya sekedar berita hoax agar tidak mudah terprovokasi dengan isu–isu miring yang belum tentu kebenarannya. (*)

Peliput: Evan Taarae

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed