oleh

Abrasi Ancam Pantai di Kawasan PLTU Tarun Talaud

Talaud, Barta1.com – Tak hanya lokasi dan bangunannya nampak tak terawat, pesisir pantai di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarun, Kabupaten Kepulauan Talaud, terancam abrasi.

Dari hasil penelusuran di lapangan, batu coral yang dijadikan tanggul di sisi dermaga jettie PLTU sudah jebol disapu ombak. Tak hanya itu, material timbunan tanggul berupa pasir, kerikil dan batuan koral menjadi sasaran para penambang. Kondisi yang disinyalir dibiarkan oleh pihak PLTU ini, membuat pemerhati lingkungan angkat suara.

Rein Ria, Ketua Yayasan Porodisa Lestari mengatakan, dirinya merasa prihatin dengan kondisi ini. Diluar isu yang beredar tentang masalah kerugian negara atas anggaran yang telah dikucurkan untuk pembangunan PLTU ini, Ia mengungkapkan pihak PLTU harus memperhatikan permasalahan lingkungan di kawasannya, karena negara sudah memberikan tanggungjawab pada mereka untuk menjaga kelestarian lingkungan di kawasan PLTU tersebut.

“Kondisi lingkungan khususnya pesisir pantai di kawasan PLTU Tarun sangat memprihantinkan. masalah lingkungan harus diseriusi oleh pihak terkait. Apalagi PLTU sudah diberikan tanggungjawab oleh Negara untuk menjaga lingkungan di kawasannya khususnya pantai,” ujar Ria, Jumat (10/1/2020).

Ia berharap, pihak Dinas Lingkungan Hidup Sulut bisa memperhatikan kondisi lingkungan yang ada di kawasan PLTU Tarun karena kewenangannya ada pada mereka. “Seperti yang tertuang dalam Undang–Undang Nomor 23 tahun 2013 tentang Pemerintah Daerah yang diantaranya mengatur perluasan kewenangan provinsi di sektor kelautan mulai berlaku efektif pada tahun 2017. Jika semula kewenangan provinsi dari 4–12 mil, kini diperluas menjadi 0–12 mil,” kata Ria.

Tak hanya itu, Ria juga mendesak agar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Talaud harus merespon masalah ini. “DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud harus merespon masalah ini. PLTU ini berada di wilayahnya dan kerusakan lingkungan sudah di depan mata,” tegas Ria.

Sementara itu, pihak PLTU tidak berada di tempat saat ditemui media. Dari pos jaga sekuriti hingga dalam bangunan–bangunan yang ada di kawasan PLTU suasananya sangat sepi karena tidak ada orang. Informasi yang didapatkan dari beberapa orang warga yang ditemui ketika berada di sekitar kawasan PLTU, dikatakan karyawan dan pimpinan PLTU berada di luar daerah.

Peliput: Evan Taarae

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed