oleh

Solar Patungan Komisi III DPRD Manado Belum Diambil, Ini Kata Mokalu

Manado, Barta1.com – Petugas operator alat berat (eskavator) yang menggeruk sampah di TPA Sumompo Manado tak berani menggunakan solar pembelian secara patungan Anggota DPRD Manado dari Komisi III.

Pasalnya, mereka telah diwanti-wanti Kadis Lingkungan Hidup Manado, Treesje Mokalu agar tak boleh menggunakan solar tersebut. “Iya, kami tidak bisa menggunakan solar itu. Sejak dibeli anggota dewan yang datang berkunjung di sini, kami tidak gunakan setetes pun. Kami ikut perintah atasan kami,” ujar para operator, Senin (6/1/2020).

Treesje Mokalu mengatakan solar itu masih utuh di TPA Sumompo dan belum diambil Komisi III DPRD Manado. “Kenapa kami tidak gunakan karena takutnya terjadi kesalahan. Kalau wakil rakyat ingin membantu, bantulah orang yang benar-benar membutuhkan bantuan. Misalnya, korban banjir, tanah longsor dan lain-lain. Kan di TPA ini tupoksi dari Dinas Lingkungan Hidup. Biarlah kami yang mengerjakan tugas ini. Apalagi saat itu saya telah hubungi para anggota DPRD Komisi III bahwa solar akan dibeli dan sementara antri di SPBU, saya heran mereka ngotot membeli,” ujarnya.

Mantan Camat Sario dan Malalayang ini menambahkan, setahu dia anggota DPRD itu memiliki tugas antara lain pengawasan, dan anggaran. “Kalau saya keliru dalam tugas-tugas, panggil saya, hearing saya. Saya siap pertanggungjawabkan, bukan seperti ini sampai membeli solar. Saya kira itu overlap tugas dan wewenang orang lain. Semoga dengan kejadian ini kita sama-sama saling mawas dalam tugas masing-masing. Saya menghargai tugas mereka tapi tolong hargai juga tugas saya,” ungkap ibunda dari mantan Anggota DPRD Manado, Michael Kolionio.

Melawan Hukum

Sementara itu, terkait Dinas Lingkungan Hidup Manado menggunakan solar yang diambil dari truk, Kabid Pengelolaan Sampah, Franky Porawouw memberikan penjelasan.

“Ketika kami membeli solar bersubsidi, maka kami mengsiasati memakai truck, dikarenakan ketika kami membeli memakai gelon, jelas kami melawan hukum. Takutnya akan kedapatan oleh pihak yang berwajib,” ujarnya.

Nah, guna mencegah dari semua itu, mau tidak mau pihaknya harus membeli dengan memakai truk, sehingga proses kelancaran di TPA Sumompo berjalan dengan baik. “Dan mengingat pada hari raya Natal dan Tahun baru ketambahan sampah cukup banyak, biasanya 450 ton perhari ketambahan menjadi 1000 ton volume sampah,” bebernya.

Peliput: Albert P Nalang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed