oleh

Nortje Van Bone: Pluralitas Membentuk Ruang Antara

Manado, Barta1.com – Aktifitas manusia yang paling tinggi adalah tindakan. Bertindak dalam hal ini bukan hanya bereaksi dalam suatu hal.

“Namun bertindak berkaitan dengan berpikir. Dengan berpikir, manusia mengalami dilematika antara dirinya dengan suara hatinya,” ujar Ketua Partai Demokrat Manado, Nortje Van Bone, Jumat (27/12/2019).

Dia mengatakan dilematika yang berlangsung dalam dirinya terkadang membuat seseorang tidak tergesa-tergesa dalam bertindak. Seseorang akan berpikir sebelum melakukan aktivitasnya sehingga aktivitas tindakan dengan yang lain akan terjaga dalam pluralitasnya.

Menurut Nortje Van Bone, bagaimanapun juga, tindakan manusia satu dengan yang lain seringkali bertabrakan. Tindakan yang disertai pluralitas dalam ruang publik akan sangat mendukung aktivitas manusia di dalam lingkunganya.

Dikatakan, keberadaan pluralitas ini yakni ada banyak perspektif dan suara-suara yang membentuk jagat politik, adalah fakta objektif. Ketika kesetaraan jamak datang bersama untuk memperdebatkan urusan bersama.

“Maka kita dapat mengatakan bahwa wilayah publik telah dibuat. Melalui ucapan dan tindakan, yaitu pluralitas membentuk space in between (ruang antara). Istilah space in between merupakan ruang waktu yang digunakan seseorang untuk berpikir, berimajinasi dan berempati terhadap akibat dari tindakan yang dilakukan,” kata Wakil Ketua DPRD Manado ini.

Dengan hal ini dapat diketahui sejauh mana seseorang mampu mengatasi dilema antara diri dengan batin, yang kemudian berakibat pada orang lain. Dilematika individu tidak dapat dilepaskan dari kelemahan tindakan seseorang.

“Ini juga kembali kepada diri kita sendiri dalam suatu keadaan tidak bisa dikembalikan ke titik nol ketika saya menyakiti perasaan orang lain, maka saya tidak bisa menghapus apa yang saya lakukan sebelumnya. Intinya adalah tindakan seseorang di masa lalu tidak bisa dihapus dari ingatan seseorang. Hanya berasal dari kemurahan hati mengampuni kesalahan akan membangun kemungkinan-kemungkinan baru,” bebernya.

Pemikiran Nortje Van Bone sebenarnya ingin mengingatkan bahwa aspirasi dan kepentingan masyarakat harus diutamakan. “Aspirasi warga paling penting,” ungkapnya.

Peliput: Albert P Nalang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed