oleh

Cerita Haru di Balik Lolosnya Tim Sepakbola Sulut ke PON Papua

Manado, Barta1.com – Sulawesi Utara menjadi konstestan Pekan Olahraga Nasional (PON) di cabang olahraga sepakbola terakhir kalinya tahun 2000 di Jawa Timur. Saat itu Firman Utina dan kawan-kawan mampu lolos ke babak delapan besar.

Keberhasilan itu tentu sebuah kebanggaan, meski masih kalah mentereng dengan Alen Mandey Cs yang merebut medali perunggu di PON 1996. Setelah itu, tercatat 4 kali pelaksanaan PON, Sulut tidak berpartisipasi karena kalah sejak kualifikasi.

Kini, penantian panjang selama 20 tahun dibayar lunas Billy Aguw dan kawan-kawan. Dua kali main di kualifikasi Pra PON Wilayah V berhasil meraih empat poin, berkat menang 1-0 atas Gorontalo, Kamis (5/12/2019) dan seri 0-0 lawan Sulawesi Tengah, Senin (9/12/2019). Di partai lainnya, Sulteng mampu mengalahkan Gorontalo 2-1, Sabtu (7/12/2019). Beruntung Sulut tuan rumah sehingga semua laga berlangsung di Stadion Klabat Manado.

Namun di balik kesuksesan itu, ada cerita haru hingga lolosnya Sulut ke PON Papua 2020. Coach Rudi Manumpil sempat meneteskan airmata kala Sulut menang 1-0 lewat gol semata wayang Renaldy Bella melalui tendangan bebas nan cantik di menit 16.

“Sangat bersyukur kepada Tuhan. Saya terharu melihat tim yang hanya bersiap apa adanya tapi bisa menang. Secara tim kita kalah dari Gorontalo dan Sulteng. Sepanjang pertandingan mereka lebih menguasai,” kata coach Rudi Manumpil saat konferensi pers, Senin (9/12/2019).

Bayangkan kata anggota polisi bertugas di Polres Minahasa ini, dari 33 pemain yang dipanggil bergabung dalam tim Pra PON Sulut, yang muncul saat latihan 4 atau 5 pemain. “Pernah 9 pemain latihan. Itupun yang datang hari ini berbeda dengan yang datang besok. Tapi saya tetap semangat memberikan latihan. Tak peduli berapa banyak pemain yang datang,” kata mantan striker Persma Manado ini.

Bagaimana solusinya agar pemain bisa terkumpul latihan? “Saya menghubungi satu per satu melalui telpon. Saya tanya apakah bisa bermain dengan tim PON. Kalau bisa tolong datang latihan. Beberapa pemain siap, termasuk kiper Persidago Billy Aguw, Daud Kotulus (Borneo FC) dan lain-lain. Tapi ada juga yang menolak diantaranya Eksel Runtukahu. Saya tetap semangat, saya tetap punya keyakinan dengan tim ini, karena saya sudah punya 11 pemain yang akan jadi line up,” cerita Rudi kala itu.

Beberapa hari sebelum laga lawan Gorontalo sejumlah pemain bermunculan dalam latihan. “Memang bukan tim terbaik tapi saya yakin bisa lolos ke Papua, apalagi Bella ikut bergabung, sedikit menambah daya gedor,” katanya.

Jelang hari H pertandingan, tim masih diliputi kendala, diantaranya baru 8 pemain yang bisa bermain karena masalah administrasi belum lengkap. “Hingga beberapa menit laga dimulai hanya 14 pemain yang sah bisa bermain, yang lainnya belum bisa turun, termasuk sang kapten Charles Dolelambung. Namun puji Tuhan kita bisa menang,” imbuhnya.

Di laga terakhir lawan Sulteng, 19 pemain terdaftar dan bisa diturunkan. Hanya saja sedikit masalah muncul, satu-satunya striker Yohanes Manarisip tidak bisa tampil karena ikut tarkam. “Saya harus putar otak dan memainkan Bintang Datu sebagai striker, padahal dia seorang gelandang. Dan hasilnya kami bermain seri dan lolos ke Papua,” ungkap Rudi.

Jika menilik kualitas tim asuhan duet pelatih Rudi Manumpil dan Edwin Umbas, sangat jauh dibandingkan dua konstestan tersebut. Apalagi permainan secara tim. Gorontalo mempersiapkan diri hampir 8 bulan termasuk 3 bulan karantina. Sulteng bersiap 3 bulan plus sebulan karantina.

Mau tahu berapa lama Sulut menyiapkan diri? Hanya sebulan dan masuk mess di Hotel Makapetor Manado, praktis dua minggu jelang kualifikasi. Bisa disebut, ini tim paling express yang dipersiapkan menghadapi iven sepakbola sekelas PON. “Iven Porprov dan Liga 3 membuat pemain sulit dikumpulkan. Mereka lebih mengutamakan iven-iven itu. Tapi saya tidak berkecil hati, dewi fortuna menaungi tim ini dan bisa lolos. Terima kasih kepada masyarakat Sulut yang terus memberikan dukungan doa kepada pemain dan ofisial,” kuncinya.

Seri Lawan Sulteng

Sejak menang atas Gorontalo, dan partai kedua Gorontalo melibas Sulteng 2-1, semakin mempermudah langkah Sulut menuju Papua. “Minimal hasil seri akan mengantar tim ke PON Papua 2020,” tutur Edwin Umbas.

Dan saat laga melawan anak asuh Muhamad Agusman, terlihat Daud Kotulus dan kawan-kawan bermain santai. Sulteng begitu dikdaya dan menguasai pertandingan. Kerjasama tim mereka lebih apik, sayang penyelesaian akhir yang melempem.

Itu juga berkat tangguhnya barisan pertahanan Sulut yang digalang Charles Dolelambung dan Filippo Mamahit. Justru tuan rumah beberapa kali menciptakan peluang melalui Renaldy Bella melalui tendangan bebas. Sayang bola masih mental di pelukan kiper Sulteng yang dikawal Moh Ragib. Babak pertama berakhir 0-0.

Di paruh kedua, kedua tim tidak melakukan pergantian pemain. Sulut sempat menekan pada menit-menit awal, namun Bella masih kesulitan meneros ke barisan pertahanan tim Sulteng. Sebaliknya, Sulteng juga membangun serangan dengan cukup rapi melalui jenderal lapangan tengah mereka, Firmansyah. Pemain yang sempat membela Madura FC di Liga 2 ini cukup taktis memberikan umpan-umpan terukur kepada rekan-rekannya. Lagi-lagi kokohnya barisan belakang Sulut membuat tim lawan sulit memberikan tekanan kepada penjaga gawang.

Hanya di masa injury time, penyerang sayap Sulteng, Murdaim nyaris mencetak gol. Sayang bola yang ditembak menyamping ke kanan gawang. Peluit wasit asal Jakarta, Untung berbunyi tanda pertandingan selesai dengan skor tak berubah 0-0.

“Selamat kepada tim Sulut yang lolos ke PON Papua. Secara kualitas permainan, tiga tim sama kuat. Hanya Sulut lebih beruntung,” ungkap pelatih Sulteng, Muhamad Agusman.

SUSUNAN PEMAIN

SULTENG: Moh Ragib (kiper), Abd Rahman, Hikam, Muh Wahyudi, Adrianus, Firmansyah (C), Gagab, Murdaim, Afandi, Moh Rifaldy, Riswandi

SULUT: Billy Aguw (kiper), Bintang Datu/Muh Saiful Hippy, Rasidin Andisi, Charles Dolelambung (C), Filippo Mamahit, Muh Ibnu Batutah Jibe, Alpian Larenaung, Byaren Pondaag, Chriswandi Mohibu/Ferell Ramoh, Daud Kotulus, Renaldy Bella

Peliput: Agustinus Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed