oleh

Yang Mencuat dari Reses Bunda Lita dan Pena Didi

-Berita, Polmas-2.011 views

Manado, Barta1.com — Agenda tatap muka dengan masyarakat dimanfaatkan maksimal oleh Rosalita Yulianti Manday dan Frederik Tangkau, 2 anggota DPRD Manado dari fraksi berbeda. Keduanya banyak menyerap aspirasi dari warga yang menghadiri reses tersebut.

Guliran reses Bunda Lita, begitu Rosalita biasa disapa konstutuennya, berlangsung di Kelurahan Ketang Baru Lingkungan II, Jumat (06/12/2019). Politisi PDIP dari dapil Singkil-Mapanget itu diminta Lurah Ketang Baru Muhammad Zabir agar memperhatikan kebutuhan ibu-ibu yang tergabung di Tim Penggerak PKK.

“Ibu-ibu PKK butuh pengeras suara, begitu juga pemerintah kelurahan, karena selama ini untuk menyampaikan himbauan pada warga kami menggunakan fasilitas TOA di Mesjid,” kata Zabir.

Tokoh agama Rudy Amuati juga meminta Rosalita untuk meneruskan aspirasi ke eksekutif seputar renovasi kantor kelurahan Ketang Baru. Supaya kata dia gedung itu berkualitas saat dihadapkan dengan lomba-lomba tingkat kota.

“Soal pengeras suara secepatnya saya realisasi, kantor lurah nanti kita kawal aspirasinya dari tingkatan Musrembang sehingga bisa jadi skala prioritas,” terang Bunda Lita.

“Saya tidak berjanji, tapi saya akan melakukan yang terbaik untuk masyarakat Ketang Baru dan Singkil-Mapanget,” tegas personil Badan Anggaran dewan ini.

Pada hari yang sama di Kelurahan Pakowa Lingkungan III Kecamatan Wanea, Pena Didi, sapaan Frederik Tangkau, terpantau berbicara dengan warga dan konstituennya. Dalam reses tersebut, Ketua Fraksi Nasdem ini menerima banyak masukan, keluhan dan aneka pertanyaan. Salah satu yang mencuat adalah penanganan dan tata kelola sampah.

Warga meminta pemerintah bantu menggagas teknologi penanganan masalah sampah yang dikembangkan perusahaan rintisan, atau start up. Juga sarana penunjang untuk mobilitas petugas sampah segera diupayakan.

“Serta pengadaan mesin pencacah, sebelum diberikan ke kecamatan harus dibekali dengan pelatihan terlebih dahulu dan kalau bisa DLH untuk turun ke lapangan mengantisipasi masyarakat karena masih banyak yang membakar sampah,” ucap salah satu warga.

Menanggapi persoalan sampah dijawab langsung Franky Porawdu selaku Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado.

“Penanganan sampah di kota Manado sampai 500 ton sampah yang masuk ke TPA, sementara kondisi TPA saat ini sudah tidak memadai, kemudian ada pemikiran tahun depan akan ditutup, maka pemerintah provinsi menyiapkan lahan di Ilo-ilo Kabupaten Minahasa Utara untuk TPA Regional,” ujar Franky, seraya menyebut pengadaan incenerator sebagai salah satu solusi.

Dan tahun depan akan ditambahkan incenerator untuk kecamatan yang belum terlayani. Dengan mesin ini diharapkan pengurangan 70% sampah. Mesin pemusnah yang disediakan pemerintah spesifikasinya ramah lingkungan, sehingga tidak memunculkan polusi karbon mengotori udara. Himbauan juga dari DLH supaya masyarakat dapat memilah sampah dari tingkatan rumah tangga.

“Tentunya sebagai wakil rakyat akan berupaya mengawasi dan mengontrol langsung serta menghubungi instansi yang terkait dalam hal ini, usulan, masukan, dan saran dari bapak ibu sekalian,” ujar pena Didi. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed