oleh

Melky Pangemanan Janji Perjuangkan Keluhan Warga Minut

Manado, Barta1.com – Reses pertama tahun sidang 2019, dilaksanakan seluruh anggota DPRD Sulawesi Utara sejak 4 Desember 2019. Melky Jakhin Pangemanan melakukan reses di Desa Kaima, Kauditan, Minahasa Utara, Kamis (05/12/2019).

Politisi muda ini selain melaporkan kinerjanya selama 3 bulan setelah dilantik diapun meminta masukan, usulan dan kritikan dari masyarakat Minahasa Utara agar menjadi aspirasi untuk diperjuangkan. “Saya akan perjuangkan,” ujarnya.

Beberapa pertanyaan datang dari masyarakat. Abel Rotty, warga Treman misalnya menanyakan beasiswa yang tidak transparan. “Kami memohon agar adanya transparansi soal beasiswa agar tepat sasaran. Selain beasiswa, bantuan bagi masyarakat penerima raskin pun tidak transparan. Dimana masyarakat ekonominya berlebihan menerima raskin, sedangkan yang ekonominya miskin tidak menerima,” kata Abel.

“Saya mengusulkan bagi masyarakat penerima raskin, untuk bisa dibuat stiker tanda pengenal agar mudah didata,” ujar dia lagi.

Hukum Tua Treman, Bernadus Dumanaw menyampaikan terkait penerapan BPJS di Rumah Sakit Hermana Lembean. “Ada warga yang dirawat baru 4 hari dengan kondisi lemah disuruh pulang oleh pihak RS. Katanya itu sudah jadi aturan di RS Hermana,” ujar Bernadus.

Selain BPJS, mereka juga meminta agar pembangunan jalan penghubung Treman, Lansot dan Lilang agar diperhatikan. “Kami memohon agar nasib petani diperhatikan. Selama ini alokasi anggaran pemerintah terlihat tidak merata, sehingga kita tidak melihat lagi padi. Petani padi semuanya sudah beralih fungsi. Ada yang menanam kangkung, ada juga yang sudah membuat lahanya menjadi telaga ikan,” tutur mantan Kumtua Treman, Herman.

Melky menjawab pertanyaan warga. Ia mengatakan pernah turun ke Dinas Pendidikan Daerah Sulut guna mengecek anggaran yang ada. “Kami dapati dana APBD untuk pendidikan Rp 2 miliar. Sayangkan terkait beasiswa itu tidak ada. Dari hal ini, saya usulkan masuk APBD 2020,” katanya.

Lanjut Melky, beasiswa ini harus tepat sasaran dan diseleksi, jangan sampai ada anak ASN yang memperoleh beasiswa tersebut.

“Berikan beasiswa kepada anak-anak yang kurang mampu yang berprestasi. Tarkait permasalahan raskin akan kami tindak lanjuti, permasalahan seperti ini sering terjadi di lapangan. Untuk usulan stiker akan kami coba bahas agar penerima raskin tepat sasaran. Untuk BPJS ini, akan kami coba bahas di Komisi IV dan akan ditelusuri. Mengenai laporan kesejahteraan petani, nanti akan kami konsultasikan dengan teman-teman Komisi II,” katanya.

Selain mendengarkan aduhan masyarakat, kegiatan reses juga dirangkaikan dengan pemerikasaan kesehatan gratis bagi lansia.

Peliput: Meikel Pontolondo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed