oleh

Peduli Nasib Guru, Bupati Sangihe Minta Jam Mengajar Dievaluasi

Sangihe, Barta1.com – Sangihe penerimaan penghargaan Indeks KELOLA (Kinerja dan Efektivitas Pengelolaan APBD) pada kategori Outcome Bidang Pendidikan yang diselenggarakan Katadata Insight Center (KIC) di XXI Ballroom Djakarta Theater, Jakarta Pusat pada Kamis, (28/11/2019).

Saat itu Bupati Jabes Ezar Gaghana SE ME meminta kepada pemerintah pusat, agar dapat memperhatikan kembali regulasi pemenuhan jam mengajar bagi guru-guru di daerah kepulauan seperti halnya Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Berangkat dari kondisi wilayah kepulauan yang mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi, bupati berharap adanya regulasi yang perlu dievaluasi oleh Pemerintah Pusat, seperti syarat untuk Guru menerima sertifikasi harus memenuhi standar jumlah jam mengajar sesuai aturan nasional, dalam seminggu jumlah jam mengajar harus 24-26 jam.

“Untuk wilayah Sangihe dengan jarak antar pulau yang cukup jauh, tentu standar jumlah jam mengajar sangat sulit disesuaikan oleh guru. Maka dari itu kami berharap, jangan melihat Indonesia hanya Jakarta saja, namun dengan wilayah luas, sehingga harus ada kriteria untuk dipedomani dalam mengatasi problem seperti yang ada di daerah kepulauan,” ujarnya, Kamis (28/11/2019).

Dia menuturkan, walaupun demikian pemerintah daerah tidak menyerah pada keadaan, namum ada berbagai terobosan seperti aksesbilitas transportasi ke wilayah pulau dengan menyisip pembiayan dari APBD, sehingga kunjungan dari pulau ke pulau dapat terfasilitasi.

Berbagai terobosan pun dilakukan untuk mengurangi angka putus sekolah, diantarannya dimana sekolah tidak hanya meluluskan anak didiknya, namun kepala sekolah dan gurunya harus mengantar muridnya dari SD ke SMP begitu juga ke SMA.

“Hal demikianpun mendorong perubahan pada pendidikan dan perolehan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sangihe cukup tinggi, di atas rata-rata,” tutup Gaghana.

Peliput: Rendy Saselah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed