oleh

Selain Mitra, Ada Bos Besar Togel dari Amurang dan Manado

Mitra, Barta1.com – Pemain judi toto gelap alias togel di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) masih sakti. Bisnis illegal dengan keutungan yang begitu fantastis itu terus bertumbuh dan bebas beroperasi di wilayah Mitra.

Tak hanya itu, aktor utama di balik keberhasilan bisnis haram yang mampu meraup omzet hingga ratusan juta itu masih bebas berkeliaran.

Sumber menyebutkan, aktor utama bisnis haram ini adalah A alias Tina, oknum bandar besar asal Amurang, Minahasa Selatan. Selanjutnya, siapa saja pengepulnya?

“Belang dan Basaan dikendalikan inisial J dan B. Watuliney dan Posumaen inisial M dan B. Sedangkan Tombatu Raya inisial J,” beber sumber itu, Kamis (21/11/2019).

Lanjutnya, bukan hanya Tina dan kawan-kawan yang sukses menjalankan bisnis togel di wilayah Mitra. Ada juga dua bos besar asal Manado inisial T dan A. Keduanya juga diketahui mengendalikan bisnis yang sama bahkan terbesar di beberapa daerah diluar Mitra.

“Kaki tangannya inisial A berdomisili di Belang dan A di Amurang. Dorang ja kumpul pa dua orang ini (mereka selalu kumpul ke dua orang ini). Jadi dorang dua yang pasang dada (Jadi mereka berdua yang pasang dada),” ungkap sumber itu lagi.

Disisi lain, sejumlah masyarakat berharap aparat penegak hukum agar secara total memberangus judi togel ini. Hal ini sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial facebook, khususnya melalui grup Kerukunan Kawanua Minahasa Tenggara (KKMT).

“Hadirnya Polres Mitra diharapkan selain menjamin situasi kamtibmas di daerah ini, salah satu tugas yang harus dilakukan adalah memberantas masalah togel,” kata Indry, salah seorang warga.

Kepolres Mitra AKBP Robby Rahardian ketika dikonfirmasi mengatakan harus jelas mana duitnya, mana keuntungannya, mana orangnya. “Kan gitu. Dengan berbagai perkembangan zaman ini membuat kita sulit dalam proses penyelidikan. Kalau tidak terbukti? Ini uang apa? Mana togelnya? Rekapannya mana? Kan sulit bagi kita,” katanya.

Menurut Rahardian, untuk masalah togel urusannya sama Kasat Reskrim. Bagaimana nanti dia (Kasat Reskrim, red), mengkonstruksikan pasal yang bisa masuk dalam togel itu. “Makanya kalau ada masyarakat memberikan info, bagaimana sistemnya sih? Saya juga kan baru di sini. Apakah beli kupon atau bagaimana? Kan gitu,” ujarnya.

Disayangkan, ketika para awak media mencoba menjelaskan berdasarkan informasi dan keterangan yang diperoleh bahwa di Mitra modus opransinya ada yang di rumah-rumah, atau di kios-kios yang dijadikan tempat pemasangan nomor, jawaban yang kurang mengenakkan terlontar dari Kapolres. “Bisa jadi saksi dong,” tanya Kapolres kepada wartawan.

Sangat disayangkan, Kapolres Mitra yang seharusnya tahu tugas seorang wartawan, malah mengeluarkan kalimat yang sangat mencengangkan. “Tapi masalahnya polisi kan bukan bandar togel. Kan gitu,” sambung Kapolres.

Meski begitu, dikatakan Kapolres, untuk Polres Mitra anggota belum oprasional. Bahkan penegakan hukum belum dilakukan. “Saya tugas di sini hanya membangun dulu bagaimana Polres ini berdiri. Penegakan hukum pun belum. Untuk kasus-kasus masih ditangani Polres Minsel,” pungkas Kapolres.

Peliput: Chinry Assa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed