oleh

Sosialisasi Profesi Penulis dan Konsultan Sejarah di Manado

Manado, Barta1.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI melalui Direktorat Sejarah melaksanakan kegiatan sosialisasi Peningkatan Kompetensi Konsultan Sejarah, di Manado, (14/11/2019) kemarin. Tercatat 90 peserta ikut dalam kegiatan tersebut.

“Direktorat Sejarah telah menyusun 6 Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk bidang sejarah yang ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan Nomor 114 Tahun 2019 yang berisikan dua profesi, penulis sejarah dan konsultan sejarah,” ujar Kepala Pusbang SDM Kebudayaan, Andi Syamsu Rijal selaku penangung jawab kegiatan.

Lanjut Andi, penulis sejarah dan konsultan sejarah merupakan 2 profesi baru. Mungkin banyak pelaku sejarah tetapi belum banyak mengetahui adanya profesi ini. Ada 6 Provinsi untuk kegiatan seperti ini DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Sulawesi Utara.

Kegiatan ini kata dia, memberikan pemahaman kepada peminat, alumni, pelaku dan pemerhati sejarah yang ada di masyarakat, baik komunitas, pegawai atau UPT Kebudayaan maupun masyarakat itu sendiri tentang apa itu SKKNI melalui Kemenaker dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Asesor Kompetensi Bidang Sejarah di Sulawesi Utara, Alex John Ulaen, mangatakan peserta yang terundang pada kegiatan ini adalah dosen, guru dan pegiat sejarah, keseluruhannya 90 orang.

“Kami mengharapkan dari peserta yang mengikuti sosialisasi kali ini memiliki produkasi baik cerita berupa sejarah daerah Sulut sesuai bidang ilmu yang mereka tekuni,” kata dia.

Mempelajari sejarah bukan hanya dari tulisan tetapi, bisa melihat dari karya puisi atau teater yang ditampilkan dan terlihat hidup jika menikmati dan menghayatinya.

“Kita harus, terus menerus mengembangkan atau memenuhi tuntutan pengembangan SDM di bidang sejarah secara khusus maupun umum,” papar Alex, salah satu dari 20 asesor sejarah terbaik di Indonesia.

Menulis sebuah sejarah harus mengetahui cara menulis dan penjajianya secara fakta. “Dan sejarah memiliki kompetensi yang luar biasa,” ujar salah satu pemateri dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lamijo.

Jangan pernah bosan memberikan pemahaman sejarah kepada anak-anak. “Saat ini bukan hanya ilmu sejarah menuju SKKNI, tetapi ada pengetahuan yang lain saat ini menuju ketahapan yang sama guna menuju sertifikasi,” katanya.

Peliput: Meikel Pontolondo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed