oleh

Polnustar Bekali Warga Tatoareng Cara Pengolahan Ikan Kayu

-Berita, Daerah-1.708 views

Sangihe, Barta1.com — Kelompok pengabdian masyarakat yang terdiri dari dosen-dosen Politeknik Negeri Nusa Utara, melakukan pengolahan ikan kayu asap cair sistem Tebiyama, Rabu, (6/11/2019).

Kegiatan yang bertempat di Workshop Penanganan dan Pengolahan Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Laut Politeknik Negeri Nusa Utara itu melibatkan kelompok nelayan Kampung Para Induk dan Para I Kecamatan Tatoareng Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Ketua tim Prof Dr Ir Siegfried Berhimpon MApp.Sc, MS, yang beranggotakan, tenaga pengajar Program Studi TPHL Polnustar, Stevy Imelda Wodi, Eko Cahyono, Frets Rieuwpassa, Jaka Palawe, Jefri Mandeno, Ely Jhon Karimela, Obyn Pumpente, Febry Mandak, mengungkapkan tujuan pelaksanaan kegiatan itu adalah untuk memberikan pelatihan agar masyarakat kepulauan mengetahui pembuatan ikan kayu Asap Cair sistem Tebiyama.

“Lebih dari itu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan serta menambah penghasilan masyarakat setempat,” ungkap Berhimpon.

Pada kesempatan itu masyarakat yang hadir langsung dibekali dengan materi terkait pembuatan ikan kayu asap cair sistem Tebiyama, Sanitasi dan Higiene produk perikanan, serta praktek pembuatan ikan kayu asap cair sistem Tebiyama, serta penyerahan bantuan berupa meja pengolahan produk perikanan yang terbuat dari stainless steel 2 buah kepada masyarakat nelayan.

Menurut Profesor Berhimpon ikan kayu cocok untuk pulau-pulaj kecil yanh terisolir dan tidak memiliki listrik.

“Penanganan Produk ikan kayu tidak memerlukan es tapi langsung bisa ditangani dengan cara diasapi dengan tujuan Ekspor ke negara Jepang, Taiwan, Korea dan sebagainya. Ikan kayu kombinasi asap cair dapat mencegah penumpukan senyawa karsinogenik, dimana senyawa karsinogenik dapat memicu kanker,” Jelas Direktur pertama Polnustar itu.

Sementara itu pasaran internasional Harga jual ikan kayu bisa mencapai 65.000/kg untuk ikan Cakalang, sedangkan untuk ikan Deho mencapai 50.000- 55.000/kg, tergantung kurs Rupiah terhadap beberapa mata uang negara tujuan ekspor. Produk seperti ini tentu sangat perlu diterapkan karena proses pembuatannya menggunakan teknologi yg sangat sederhana, mudah dan murah sehingga bisa dicapai masyarakat. (*)

Peliput : Rendy Saselah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed