oleh

Simulasi UNBK dan Pesan Pasiak Bagi Siswa SMA dan SMK di Talaud

Talaud, Barta1.com — Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Daerah Sulawesi Utara di Kabupaten Kepulauan Talaud Sri Ratna Pasiak S.Pd M.Pd melakukan pemantauan pelaksanaan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Kepulauan Talaud, Kamis (07/11/2019).

Ketika ditemui diruangan kerjanya, Pasiak menerangkan, simulasi UNBK ini bertujuan untuk mengkroscek persiapan pelaksanaan UNBK karena sekarang sudah berbasis UNBK. Walaupun dalam keterbatasan sarana-prasarana, saya sudah memberanikan diri dari tahun 2018 untuk 100% UNBK.

Pasiak menambahkan, simulasi ini untuk melatih para siswa agar pada saat pelaksanaan UNBK sudah tidak kaget karena sudah melakukan simulasi, mengecek persiapan sarana-prasarana serta mengecek kesiapan siswa dalam artian, siswa yang dalam nominatif sebagai peserta.
Tak hanya itu, simulasi ini untuk melatih petugas yang bertugas agar pada saat pelaksanaan UNBK nanti, bisa mengatasi permasalahan berupa gangguan jaringan internet serta komputer yang bermasalah.

Lanjutnya, Simulasi ini merupakan tahap pertama dalam persiapan pelaksanaan UNBK. Untuk tahap kedua, diperkirakan pada bulan Januari 2019 mendatang. Bagi yang belum mengikuti simulasi ditahap pertama ini, masih memiliki kesempatan dalam tahap kedua. Apabilah ada yang sudah mengikuti simulasi ditahap pertama dan ingin mengikuti lagi simulasi tahap kedua, lebih bagus lagi, agar persiapannya lebih matang.

Khususnya untuk adik-adik siswa SMA dan SMK di Kabupaten Kepulauan Talaud, harus menjaga kesehatan, mengurangi volume waktu bermain. Jangan buang waktu percuma tetapi sebaliknya, waktu yang tersisa kurang lebih empat sampai lima bulan ini harus dimanfaatkan betul-betul untuk mengisi bekal. Agar pada saat pelaksanaan UNBK nanti, anak-anak bisa mengisi soal tersebut. Apalagi, pada saat pelaksanaan UNBK, tidak ada kesempatan untuk menyontek, karena setiap siswa menghadap komputernya masing-masing.

“Jadi memang betul-betul integritas, memang betul-betul hasil pekerjaan anak-anak. Apapun nilai atau hasil yang didapat, itu betul-betul hasil dari usahanya sendiri,” kata Pasiak.

Para siswa diminta juga untuk menghindari hal-hal yang kurang bermanfaat. Apalagi terkadang, mereka melakukan hal-hal yang bisa membuat mereka mengalami musibah.
“Mereka harus konsentrasi bahwa mereka akan bertempur pada satu moment yaitu pertempuran yang sangat berkwalitas dan mereka harus memastikan bahwa dirinya lolos dan menang dalam pertempuran ini,” Kunci Pasiak. (*)

Peliput : Evan Taarae

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed