oleh

Belajar dari Semangat Baku Angkat Pamboat di Kabaruan

Talaud, Barta1.com — Pola hidup saling membantu dalam mengerjekan pekerjaan yang berat masih terawat dengan baik di Desa Kabaruan dan Kabaruan Timur, Kabupaten Kepulauan Talaud. Salah satunya adalah kebiasaan bergotong-royong dalam mengangkat perahu nelayan jenis pamboat, baik ketika hendak melaut maupun sepulangnya para nelayan dari melaut.

Hal ini nampak jelas dalam kehidupan sehari-hari warga desa Kabaruan dan Kabaruan Timur. Sikap saling membantu ini sudah mengakar di tengah masyarakat sejak dahulu.

Dari penuturan para nelayan, mereka sangat berterima kasih karena adanya warga yang datang membantu ketika mereka akan menurunkan atau menaikan Pamboat. Pasalnya, mereka tidak mampu mengangkat pamboat jika sendirian. Hal ini dikarenakan pamboat yang berukuran kecil saja memiliki bobot ratusan kilo, apalagi yang berukuran besar.

Jemi Taarae, seorang nelayan dari Desa Kabaruan Timur menerangkan, tanpa adanya bantuan dari warga masyarakat, dirinya akan kewalahan dalam mengangkat pamboat.

“Selama ini, warga selalu membantu kami dalam hal mengangkat pamboat. Tanpa bantuan mereka, pasti kami selaku nelayan akan kewalahan karena pamboat ini yang berat dan tidak akan mampu kalau diangkat sendiri,” ujar Taarae, Senin (28/10/2019).

Apalagi saat gelombang laut besar, pasti perahu bisa rusak di terjang gelombang laut bila tidak segera dinaikan ke daratan.

Yopi Maasawet, nelayan lainnya menerangkan, kalau memiliki hasil tangkapan lebih, dirinya bersama dengan teman-temannya sesama nelayan memberikan kelebihan tangkapan ikan ini kepada warga yang membantu mereka.

“Kalau mendapatkan hasil tangkapan lebih, kami nelayan tak segan-segan memberikan beberapa ekor ikan kepada setiap orang yang membantu kami saat mengangkat pamboat,” terang Maasawet.

Lebih jauh lagi Maasawet menerangkan, memberikan ikan kepada saudara-saudara yang sudah membantu ini bukan untuk membayar jasa. Tetapi hal ini merupakan satu ungkapan perasaan dalam memelihara rasa persaudaraan.

Sama halnya yang diucapkan Abrianto Taarega, salah seorang warga ketika ditemui di pantai.

“Kalau mengenai membantu nelayan dalam mengangkat pamboat secara bersama-sama, itu sudah dari dahulu kami lakukan. Bahkan jauh sebelum kami lahir, orang tua kami sudah melakukan hal ini,” tutur pemuda yang akrab disapa Anto ini.

Mengenai hal ini, Erens Gumansalangi yang merupakan Ratu Banua di dua desa mengatakan, kehidupan saling membantu satu sama lain ini sudah hidup sejak dahulu.

“Hal semacam ini sudah ada sejak dahulu waktu dunia belum canggi atau perkembangan theknologi sudah seperti saat ini,” terang Gumansalagi.

Gumansalangi juga berharap agar semangat saling menolong ini bisa terus terjaga, khususnya bagi para pemuda yang berada di 2 desa ini.

“Pola kehidupan seperti ini harus kita lestarikan agar supaya anak cucu kita bisa mewarisi semangat tolong-menolong ini. Khususnya kepada generasi muda yang ada di dua Desa ini, harus menjaga dan merawat semangat ini karena kalianlah yang menjadi generasi penerus kami,” kata Gumansalangi. (*)

Peliput : Evan Taarae

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed