oleh

Kejati dan IAD Sulut Penyuluhan Hukum di SMKN 1 Manado

Manado, Barta1.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut memberikan penyuluhan di SMK Negeri 1 Manado, Rabu 23 Oktober 2019. Terlihat ikut dalam rombongan yakni Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulut, Nurhayati Andi Muh Iqbal Arief.

Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan dan penerangan hukum jaksa masuk sekolah (JMS). “Saya ingin perkenalkan terlebih dulu apa itu IAD? IAD adalah merupakan istri-istri dari pegawai Kejati Sulut. “Saya bangga bersama adik-adik sekalian pada hari ini sebagai calon pemimpin bangsa ini. Saya mengharapkan adik-adik SMKN 1 Manado menjadi ujung tombak menyampaikan dan memberitahu ke teman lain yang saat ini galau, sedih dan frustasi, ajak mereka ke hal-hal yang baik,” katanya.

Karakter remaja bukan hanya menjadi perhatian sekolah, tetapi menjadi perhatian masyarakat terlebih orang tua. “Jika orang tua kita lagi sibuk dengan pekerjaan jangan merasa galau anak-anakku tetapi jadilah penyejuk bagi orang tua kita,” ajak Nurhayati kepada siswa.

Ia mengatakan Kejati masuk sekolah ini dalam rangka mendukung salah satu program dalam bidang pendidikan. “Kami dari IAD dalam memberikan pemahaman terkait UU narkoba dan sosialisasi tentang kenakalan remaja. Harapan dari kegiatan ini agar anak-anak jauh atau berhadapan dengan namanya hukum,” ujarnya.

Kepala Seksi III Asisten Intelejen Kejati Sulut, Khathryna I Palealu dalam materinya menjelaskan kenakalan anak-anak remaja saat ini dikenakan Undang-Undang Praperadilan Anak. “Hukumannya bisa setara dengan hukuman orang dewasa. Saat kita menceritakan tentang aturan contonya di sekolah untuk tidak membuang sampah sembarangan dan sebagainya. Diingatkan anak-anak siswa tidak menggunakan rokok dan minum-minuman keras karena membahayakan diri adik-adik sekalian apalagi dengan menggunakan ganja atau narkotika,” bebernya.

Kepala SMKN 1 Manado, Moodie Lumintang mengaku senang dengan kunjungan dan materi dari Kejati Sulut dan IAD Sulut berkaitan dengan masalah pengunaan obat-obat terlarang. “Nah menjaga hal tersebut hari ini mereka diedukasi agar supaya tidak terkontamidasi,” katanya.

Jika anak-anak terkontimidasi dengan obat-obat terlarang pasti mereka tidak akan mencapai cita-cita yang diharapkan. “Tentunya kami pihak sekolah mencari solusi agar anak-anak diedukasi,” ujar Moodie.

Peliput: Meikel Pontolondo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed