oleh

Penyair Sulut Kembali Raih Prestasi di Ajang Sastra Nasional 2019

Manado, Barta1.com – Ajang seyembara buku puisi karya penyair Indonesia yang berlangsung tahunan secara nasional, kembali menempatkan penyair asal Sulawesi Utara (Sulut) Iverdixon Tinungki lewat buku kumpulan puisinya “Orang Gila Dari Edgar” terbitan Teras Budaya Jakarta sebagai salah satu dari 14 Buku Puisi Terpuji Anugerah Hari Puisi Indonesia 2019.

Pada puncak perayaan Hari Puisi Indonesia 2019 yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki (20/10/2019), “Orang Gila Dari Edgar”, buku kumpulan puisi Iver itu dinyatakan berhasil menyisihkan lebih dari 400 buku kumpulan puisi yang ikut serta dalam Sayembara yang diselenggarakan Yayasan Hari Puisi Indonesia.

Awalnya buku tersebut dinyatakan sebagai salah satu dari 20 buku nomine peraih Anugerah Hari Puisi Indonesia. Kemudian ditetapkan sebagai salah satu dari 14 Buku Puisi Terpuji Anugerah Hari Puisi Indonesia oleh Dewan Juri Abdul Hadi WM, Sutardji Calzoum Bachri, Maman S Mahayana.

Iver menyatakan senang menerima kabar salah satu buku karyanya tersebut masuk peringkat terpuji dalam deretan buku karya penyair Indonesia. “Masuk peringkat kayak itu tentu menyenangkan. Namun bagi saya, menulis puisi adalah bagian dari cara saya merayakan hidup sekaligus mengkritisinya,” ujar penyair, dramawan dan jurnalis yang telah melahirkan ribuan judul puisi yang telah terdokumentasi dalam puluhan buku karyanya kepada wartawan di Manado, Senin (21/10/2019).

Sebelumnya, buku-buku karya Iver telah meraih penghargaan Nasional diantaranya, Pemenang Anugerah Puisi tahun 2013 lewat Buku Kumpulan Puisi “KLIKITONG” sebagai Buku Pilihan pada Sayembara Buku Puisi Indonesia. Pemenang Anugerah Puisi tahun 2014 lewat Buku Kumpulan Puisi “MAKATARA” sebagai Buku Pilihan pada Sayembara Buku Puisi Indonesia.

Puisi dan esainya pernah dimuat antaranya di majalah Sastra Horison, Harian Sinar Harapan, Harian Indopos dan berbagai media yang terbit di Indonesia. Karya-karya yang telah diterbitkan menjadi buku: Orang Gila dari Edgar, Teras Budaya 2019.

Malam Terakhir Pilatus, Kumpulan Drama, PT Selo Aheng Utara 2017. Manado Mooi, Kumpulan Puisi Bahasa Manado, PT Selo Aheng Utara 2017. Jalur Rempah, Kumpulan Puisi, Teras Budaya 2016. Longuseiku, Kumpulan Puisi, Teras Budaya 2016. Dari Ramensa ke Manongga, Kumpulan Cerita Rakyat Talaud, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Talaud 2016.

Kopero, Kumpulan Puisi, Teras Budaya 2015. Makatara, Kumpulan Puisi, Teras Budaya 2014. Moraya, Sepilihan Puisi Berlatar Minahasa, Taman Budaya Sulut 2014. Kepas, sebuah novel, Teras Budaya 2013. Klikitong, Kumpulan Puisi, Teras Budaya 2013. Aku Laut Aku Ombak, Kumpulan puisi, Kutub Jokyakarta 2009. Di Tangan Angin, Kumpulan Puisi, SKM 2001. Surat-Surat Sunyi Rerumputan, Kumpulan Puisi, Departemen IPAIT Sinode GMIM 1977. Sakral, Kumpulan Puisi, Alit Muara 1987.

Sejumlah puisinya juga terangkum dalam Antologi: Mimbar Penyair Abad 21, Balai Pustaka 1996. Dua Penyair Sulut, Bengkel Seni Mandiri 1990. Sasambo, Forum Komunikasi Budaya Satal 1989. Aceh Berduka, Balai Bahasa Medan 2004. Pinangan, Teras Budaya 2012. Metamorfosis, Teras Budaya Jakarta, 2014. Bersepeda ke Bulan, Indopos 2014. Metamorfosis, Teras Budaya 2015. NUN, Yayasan Haripuisi Indonesia 2015. Antologi Puisi 100 Penyair Indonesia – Malaysia 2015. Palagan Sastra, Teras Budaya Jakarta, serta Antologi Drama “Empat Nuansa”, Taman Budaya Sulut 1996. Hari Raya Puisi, Kumpulan Puisi Pemenang Anugerah Hari Puisi Indonesia 2013-2017 diterbitkan Yayasan Hari Puisi 2018.

Karya-karya nonfiksi pendiri media online Barta1.com ini diantaranya: Delik Nedosa, Sebuah Kajian Hukum Adat Sangihe, Kantor Kejaksaan Tinggi Sulut, 2002. Nazaret, Sejarah Gereja, 2012. Gunung Hermon, Sejarah Gereja, 2013. Ia juga menjadi editor Antologi Puisi Guru, Balai Bahasa Provinsi Sulut, 2005. Puisi Siswa, Antologi Puisi Siswa, Balai Bahasa Provinsi Sulut. (*)

Penulis: Albert P Nalang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed