oleh

Ananta Prince dan Gairah Lagu Manado

-Kultur, Seni-4.309 views

Manado, Barta1.com — Hingga Kamis (10/10/2019) malam, lagu “Cukup Sampe di Sini” yang tayang di chanel Youtube Saribu Naga Persada telah ditonton 12.175 kali. Sambutan pada tembang pop slow Manado itu boleh dibilang sangat meyakinkan.

Penyanyi dan pencipta Cukup Sampe di Sini adalah Ananta Prince, pemilik suara emas dalam blantika musik daerah. Bagi sebagian penyanyi dan pencipta, cara mempopulerkan lagu lewat media sosial berbasis video adalah sebuah pilihan yang spekulatif. Kendati begitu, cukup banyak musisi lokal di Sulawesi Utara, termasuk Ananta, mengambil jalan ini.

“Tapi yang paling penting adalah ini bentuk kecintaan saya pada lagu-lagu bernuansa Manado,” kata Ananta pada Barta1, Selasa (08/10/2019).

Soal genre pop-slow dalam lagunya, jelas juga adalah sebuah pilihan. Ananta merasa perlu memberi banyak warna pada blantika musik Sulawesi Utara. Genre yang kerap bermunculan akhir-akhir ini adalah bernuansa remix dengan beat cepat dan riang. Lagu Ananta yang slow itu tampil sebagai pembeda. Sebuah fakta muncul bahwa genre yang dia pilih ternyata bisa diterima pasar.

Pilihan bermusik pemilik nama lengkap Rahmat Hananta Manoppo itu dilakukan lewat riset panjang, tidak sekonyong-konyong muncl di benaknya. Apalagi pengalamannya bermusik dan karier Ananta sebagai penyanyi dimulai 15 tahun silam. Pengalaman demi pengalaman yang dia jalani membuat Ananta selektif menentukan genre apa yang akan diambil termasuk juga bagaimana peluangnya dalam ceruk pasar yang kompetitif.

“15 tahun kan boleh dibilang sudah lama ya, sebab itu dengan pengalaman yang ada dan setelah saya keluarkan lagu berjudul Ngana, semakin termotivasi untuk membuat lagu pop-slow dan keluarlah Cukup Sampe di Sini,” kata Ananta.

Sebelum Cukup Sampe di Sini, Ananta memang sempat populer dengan lagu Ngana yang diciptakan Deddy Galuanta. Dari lagu pertama ini, Ananta merasa ada kemistri antara suaranya dengan lagu pop-slow. Apalagi tembang pertamnya itu saat tayang di Youtube, menuai lebih dari 17.000 kali ditonton.

Dia berharap pegiat musik di Manado terus bergairah menelorkan karya-karya terbaru.

“Biar kita bisa maju sama-sama mengangkat lagu-lagu Manado agar tidak tenggelam,” cetus dia. (*)

Peliput: Albert P. Nalang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed